Wednesday, May 17, 2017

Makna Penting Support Keluarga

Sejak awal saya menyadari bahwa saya bukan ibu yang baik untuk anak-anak dan bukan istri yang bisa dibanggakan untuk suami. Ada banyak kekurangan dalam diri saya yang mungkin Allah tutupi melalui suami serta anak-anak yang hebat dan penuh support untuk saya.

Sumber : Kelas Matrikulasi IIP batch#3 SBM 2

Suatu ketika pernah saya berada di titik terendah rasa pede saya menjadi pendamping suami, karena kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga biasa yang sering dipandang sebelah mata oleh orang-orang terdekat saya, atau mungkin sekedar karena badan saya yang mbeleder kesana kemari.

"Apa yang bisa saya banggakan dari diri saya untuk tetap menjadi pendamping hidup suami saya?" begitu kira-kira tanya saya dalam diri saya setiap kali melewati hari-hari yang membosankan.

Bahkan saking membosankannya, seringkali saya marah dan menuntut kepada suami untuk memberi perhatian lebih kepada saya. Tetapi lagi-lagi saya pun bingung, mau perhatian yang bagaimana yang saya mau.

Bersyukur suami memiliki stok kesabaran yang luar biasa terhadap saya, sehingga saya masih bisa waras menghandel kedua balita saya yang terkadang disela-sela kebosanan saya seringkali mengaduk-aduk emosi saya.

Coba saja tanya anak saya, "Mama mu galak?"
Pasti jawabnya akan, "Iya"

Duh kalau sudah begitu rasanya saya kok menyesal, ingin memutar waktu lagi, menghapus semua memori kegalakan saya yang ada di pikiran anak-anak. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ya sudah. Seperti nasehat suami, tinggal bagaimana kita mengemas bubur agar rasanya menjadi lezat.

Nah, disini pentingnya support dalam sebuah keluarga.
Seperti halnya suami yang sering memberi kesempatan kepada saya untuk menghabiskan waktu diluar bersama ke dua anak saya, biar saya tidak terlalu bosan dirumah dengan kegiatan yang itu-itu saja.

Selain itu sejak awal saya sudah pernah mengatakan kepada suami, agar kelak saat anak-anak bertumbuh menjadi seorang anak aktif, maka ia memiliki tugas penting agar setiap pulang kerja jangan lupa untuk selalu bertanya kabar kegiatan anak-anak seharian kepada mereka.

Mungkin sederhana sekedar bertanya, "Tadi seharian habis ngapain saja dengan mama?"
Tapi buat saya itu memiliki poin penting dalam keberlangsungan keluarga kami.
Setidaknya dengan suami bertanya, anak-anak akan menjawab dari apa yang mereka rasakan seharian, sehingga jika ada suatu hal yang mungkin tidak sesuai dengan visi misi sebagai keluarga, suami bisa mengoreksi kegiatan kami.

Selain itu dengan bertanya, setidaknya suami tahu ada atau tidaknya benih-benih KDRT yang mungkin bisa muncul suatu ketika.
Gampang saja, suami akan bertanya, "Tadi mama marah atau tidak?"
Jika anak-anak menjawab, "Iya" (jelas banyak iya nya ini)
Maka suami akan mengkroscek kepada saya, apa benar saya hari itu marah.
Jika iya, maka suami akan bertanya kepada saya, apa alasan saya marah kepada anak-anak hari itu, setelah itu suami akan mengkroscek jawaban saya dengan anak-anak.

Dari situ suami akan menilai siapa yang salah, dan akan memberi pengertian kepada kami.

Tak sampai disitu, suami juga mensupport saya untuk mengikuti beberapa kegiatan yang dianggap bisa membawa perubahan ke arah lebih baik untuk saya. Suatu ketika saya mengikuti sebuah komunitas yang memiliki kegiatan layaknya sebuah institut. Disana semua member diminta aktif untuk belajar menjadi seorang ibu dan istri yang profesional. Selama berbulan-bulan saya mengikuti kelas tersebut dan dinyatakan lulus, maka saya harus menempuh ke jenjang yang lebih tinggi. Ternyata disitu saya harus berpisah dengan teman-teman dari kelas sebelumnya yang menurut saya asyik.

Sedih memang, tetapi lagi-lagi suami menguatkan saya dengan sebuah support. Menurut suami, jika saya ingin berproses menjadi lebih baik, maka kita harus mau sedikit belajar dari zona nyaman, alasan suami ketika kita berada di zona nyaman kita maka kita akan tetap seperti itu-itu saja karena sudah merasa sangat nyaman.

Berbeda ketika kita berada di sebuah zona tidak nyaman, maka kita akan terus menempah diri kita untuk bisa merasa nyaman di zona yang sebenarnya tidak nyaman tersebut, sehingga disitulah kita bisa terus belajar. Setidaknya ketika berada di tempat baru, maka saya akan memiliki banyak teman baru. Sehingga bisa jadi saya akan banyak belajar skema baru tentang sebuah parenting dari ibu-ibu hebat yang baru saya temui.

Disinilah pentingnya arti support dalam keluarga.
Dengan suami memberikan support kepada saya dan anak-anak membuat kami bisa menjalani hari-hari dengan lebih cerah, sehingga kedepannya kami pun bisa memberi umpan balik berupa support juga kepada suami selaku kepala keluarga.

Adapun makna penting support keluarga adalah

  • Menumbuhkan rasa nyaman sehingga dapat menumbuhkan energi positif dalam keluarga, harapannya hal ini dapat meminimalisir munculnya pencetus KDRT
  • Dengan saling support maka keluarga akan merasa mendapat sebuah dorongan positif sehingga membuat satu sama lain ingin selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga
  • Support keluarga juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri masing-masing anggota keluarga, sehingga semua bisa menggali potensi yang dimilikinya

Disclaimer : Tulisan ini diikutkan dalam #30DWC jilid 6
#Day1

1 comment:

  1. I feel u mba Vety..
    Jadi irt sering digoda rasa bosan

    Tapi langsung sirna, saat melihat senyum anak

    ReplyDelete