Friday, May 12, 2017

Ngobrol Kemanusiaan dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT)

"Selama manusia tidak memiliki perasaan kemanusiaan atas apa yang terjadi, maka (mungkin) bencana akan terus terjadi, karena bisa jadi Allah sedang menggerakkan kemanusiaan dari peristiwa tersebut" begitu kira-kira kalimat yang benar-benar menggerakkan hati saya untuk berpikir lebih dalam, saat mengikuti acara sharing humanity yang diadakan oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap) beberapa waktu lalu pada tanggal 30 April 2017, di Hotel Ibis Basuki Rahmat Surabaya.

Ngobrol Kemanusiaan dengan ACT

Seperti yang kita ketahui salah satu fitrah manusia adalah memiliki perasaan, dan untuk bisa menggerakkan perasaan ini diperlukan sebuah momentum.

Diperkirakan 1/3 penduduk bumi menangis karena terjadinya tsunami. Ada sekitar 131.000 lembaga kemanusiaan yang lahir setelah terjadinya tsunami di Aceh.

ACT sendiri merupakan sebuah organisasi (lembaga) kemanusiaan yang fokus bergerak membantu penanggulangan bencana yang ada didunia.

Seperti yang dijelaskan dalam sharing hari itu, bagaimana sih sebuah peristiwa disebut sebagai bencana?
Suatu peristiwa yang mengancam (setiap ancaman) yang diikuti oleh kerentanan masyarakat dan dapat menyebabkan resiko kemanusiaan maka dianggap sebagai sebuah bencana.

ACT tak pernah main-main dalam menjalankan misi kemanusiaannya.
Sejauh ini ternyata sudah banyak wilayah terkena bencana didunia ini baik dalam negeri maupun luar negeri yang tak luput dari sorotan bantuan ACT. Beberapa diantaranya adalah :
  • Aceh (2005)
  • Nias (2006)
  • Banten (2013)
  • Sinabung (2014)
  • Nepal (2015)
  • Syiria (2017)
  • Rohingya
***sebenarnya masih banyak lagi wilayah lainnya yang belum tercantum

Sesi Pemutaran Video

Tak sampai disitu baru-baru ini ACT memberangkatkan sebuah kapal kemanusiaan menuju ke Afrika yang sedang mengalami bencana kelaparan. Kapal tersebut mengangkut 1000 ton beras dari Indonesia, melalui pelabuhan tanjung perak Surabaya.

Mengapa ACT hanya mengirim beras, bukan mie instan atau bahan baku lainnya?
Ternyata ACT memiliki alasan tersendiri, salah satunya adalah karena beras dapat diproduksi sendiri oleh negara kita. Seperti diketahui beras yang dikirimkan untuk bantuan kemanusiaan saat itu merupakan beras hasil panen dari dua daerah yang ada di Indonesia, yaitu kabupaten Blora dan Bojonegoro.

Dengan adanya bantuan beras tersebut diharapkan bisa membantu bencana kelaparan yang sedang terjadi di Afrika. Nantinya beras-beras tersebut akan didistribusikan ke beberapa wilayah, seperti Somalia, Nigeria, Sudan, Yaman.

Subhanallah sungguh sebuah misi yang sangat mulia.

Merinding mendengar cerita-cerita bencana yang sedang terjadi disekitar kita yang mungkin terkadang kita lewatkan, karena kita terlalu sibuk dengan dunia kita.

Seperti hal nya negara Afrika, siapa sangka saat kita merasa kenyang dengan semua makanan yang kita miliki, diluar sana masih banyak saudara kita yang menderita kelaparan. Apakah hati kita tidak terasa pilu membayangkan betapa banyakanya orang-orang kelaparan bahkan mungkin anak-anak maupun balita yang juga menderita kelaparan di luar sana.

Apakah mereka bisa tidur nyenyak dalam kondisi yang sangat lapar. Ingin menangis rasanya membayangkan betapa membutuhkannya mereka bantuan dari kita semua. Tak bisa membayangkan bagaiman seorang ibu disana berjuang demi agar anak-anaknya tidak merasa kelaparan.


Pernah saya mendengar sebuah cerita, di Afrika sana seorang ibu bahkan tetap memaksa menyusui buah hatinya sekalipun sebenarnya secara medis dilarang. Alasannya sederhana, hanya demi agar sang buah hati tak merasa kelaparan. Lalu bagaimana dengan sang ibu? Padahal saat itu sang ibu sendiri juga sedang dilanda kelaparan.

Saya sendiri tak bisa membayangkan. Sebagai orang tua tentunya kita bahkan tak akan sampai hati membuat anak-anak merasa kelaparan. Saya pun teringat dua buah hati saya yang bahkan akan heboh kelaparan disaat jam makan tiba. Bagaimana dengan mereka yang ada diluar sana dan sedang mengalami kelaparan. 😢😭
Ya Allah lindungilah kami dan keluarga dari segala macam mara bahaya dan bencana yang bisa mengintai sewaktu-waktu.

Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami yang sedang mengalami bencana kelaparan maupun bencana lainnya di luar sana.

Bagi siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan ACT ini bisa menguhubungi call center ACT.

Call Center ACT

Mari bantu semampu kita. Sekecil apapun bantuan kita tentu akan sangat berguna bagi mereka yang sedang terkena bencana.

Kita memberi bukan karena berlebih
Kita berbagi bukan karena bersisa
Tapi karena kita manusia
Tak pantas kenyang, ketika jutaan saudara kita diluar sana masih kelaparan
(Sumber : Youtube ACT)

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita dengan limpahan barakah, sehingga kita bisa turut membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan baik yang ada disekitar kita maupun yang ada diluar sana. Amin.
Barakallah...

No comments:

Post a Comment