Saturday, June 10, 2017

Bandeng Raksasa, Kuliner "Ekstrim" Saat Lebaran

Malam ini, saat sedang bersantai, ibu mertua tiba-tiba berkomentar, “Duh… ibu belum kepikiran beli kue lebaran nih…”. Lebaran sebenarnya masih jauh, tapi cukup sering membuat banyak keluarga bingung memikirkannya, karena akan ada banyak keluarga berkumpul untuk bersilaturrahmi, sehingga akan ada banyak hidangan tersaji untuk keluarga. Saya jadi bernostalgia, sudah menjadi tradisi keluarga besar ibu saya untuk selalu menyajikan bandeng raksasa sebagai menu istimewa. Namun, bagaimana dengan tahun ini? Apa kabarmu wahai bandeng raksasa?


Seperti biasa, di kota Gresik, ada tradisi pasar bandeng. DIsinilah biasanya kita bisa menemukan bandeng berukuran raksasa. Konon katanya, paling besar yang pernah saya dengar sekitar 10 kilogram yang dijual dalam lelang bandeng di pasar bandeng tersebut dengan harga sekitar sepuluh juta rupiah.

Ibu biasanya bersama beberapa saudara membeli bandeng dengan berat sekitar 3 kilogram untuk diberikan kepada nenek. Bandeng tersebut nantinya hanya akan dipotong menjadi dua sampai tiga bagian tanpa menghilangkan sisiknya. Kemudian bandeng tersebut akan dimasak dengan menggunakan bumbu sederhana bawang putih dan garam saja, kemudian saat merebusnya didasar panci akan diberi daun pisang dengan tujuan agar selama dipanaskan berulang kali bandeng tersebut tidak akan hancur.

Iya bandeng ini memang sengaja tidak dimasak dengan bumbu beraneka ragam, agar rasa orisinil dari bandeng raksasa tidak hilang. Jika biasanya beberapa orang tidak suka makan ikan bandeng karena memiliki banyak duri kecil, maka tidak demikian dengan bandeng raksasa ini. Duri dari bandeng raksasa ini berukuran besar, sehingga kita tidak perlu kuatir tersedak dengan duri bandeng.

Seperti biasa, sepulang shalat ied biasanya kami semua akan berkumpul bersama di rumah nenek untuk berbondong-bondong menyerbu bandeng raksasa yang sudah disajikan untuk kami sekeluarga besar. Diselingi dengan obrolan ringan yang akrab sembari menikmati bandeng raksasa yang disajikan dengan nasi hangat, ditemani sambel terasi dan es legen minuman khas gresik, sajian bandeng raksasa ini cukup bisa membuat saya menelan ludah dan tentunya selalu merindukan momen istimewa tersebut.



Tahun lalu, bandeng raksasa ini dibandrol sekitar Rp. 125.000 – Rp. 150.000,- per kilogram. Yap, harga yang lumayan sebenarnya, tetapi biasanya atas nama keakraban bersama keluarga besar yang jarang terjadi setiap harinya, maka bagi sebagian keluarga, harga tersebut tak sebanding dengan indahnya kebersamaan dihari yang fitri tesebut.

Tak dipungkiri, bandeng raksasa ini bisa menjadi salah satu daya tarik untuk mengumpulkan keluarga besar yang sudah lama tak pernah berkumpul, karena bandeng raksasa ini jarang sekali bisa kita temui selain di hari raya idul fitri.


Disclaimer : Tulisan ini diikutkan dalam #30DWCJilid6 #day25

No comments:

Post a Comment