Saturday, June 17, 2017

Dek, Sekarang Kalau Pipis di Toilet Ya... #Komunikasi Produktif dengan Keluarga

Oke, ini sudah hari ke 17 saya melakukan tantangan komunikasi produktif dengan keluarga. Semoga jangan ada bosan di antara kita ya... Haha... Jadi dari beberapa hari ini saya melakukan komunikasi produktif dengan kakak adik, satu hal yang menjadi tantangan terbesar saya adalah menahan emosi sembari mengelola emosi. Uhuyyyyy, yahud pokoknya rasanya.


Kalau kata suami saya mah, jangan jadikan puasa sebagai kambing hitam saya untuk tidak bisa mengelola emosi. Haha...

Jadi sebenarnya bulan lalu, saya sudah mulai melepas pampers si adik, tetapi sejak memasuki bulan puasa saya meminta ijin cuti sementara untuk tidak melakukan toilet training, dengan alasan klise karena kalau puasa kan lemas, nanti daripada emosi karena harus bolak balik ke toilet tapi di PHP in.

Suami sih pada dasarnya setuju dan semua terserah saya. Yipppii saya pun senang, pikir saya lumayan lah bisa hemat tenaga.

Sayangnya, beberapa waktu lalu si adik sempat mengeluh kesakitan lagi di bagian tempat pipisnya. "Waduh jangan-jangan ISK lagi nih?" begitu batin saya. Padahal bulan lalu si adik berdasarkan diagnosa cek urin dinyatakan ISK dan dengan resistensi banyak jenis antibiotik. Sehingga mau tak mau ya alternatifnya secara tidak langsung saya dipaksa untuk membuat adik lepas pampers. Oh my God...tolong amankan emosi saya ya...

Oke hari pertama saya coba sounding, "Dek, nanti kalau pipis ke kamar mandi ya?!"
"Iya mam," begitu jawab si adik

Di luar prediksi si adik bisa langsung meminta saat dia mau buang air kecil. Bedanya seharusnya dia bilang pipis tapi malah bilang "Mam, yeyek..." hihi...

Selama dua hari saya pantau, dia bisa aktif meminta ke kamar mandi saat ingin buang air kecil. Hanya dua kali dia ketahuan ngompol, itupun saat dia tidur siang, dan saat saya tidur siang. Iya, yang terakhir ini memang salah saya. Mungkin si adik sudah membangunkan saya, tapi saking pelornya saya, saya tetap ngorok-ngorok. Jadinya tahu-tahu saya dengar di sebelah saya ada suara heweshh heweshh heweshh... Haha... iya suara si adik nungging sambil pipis di atas kasur.

Lalu saya harus marah gitu?

Ya enggaklah, kan itu salah saya juga... Hihi...
Duh, maaf ya nak kali ini emakmu yang kebluk...
Alhamdulillah, kali ini saya bisa mengelola emosi dan intonasi suara saya, serta tetap bisa bahagia saat menjalani toilet training si adik.

#level1
#day17
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

2 comments:

  1. Jadi inget waktu anak-anak baru belajar pipis di toilet, hehe

    ReplyDelete