Wednesday, June 14, 2017

Kak, Tolong Mamam Ambilkan Itu... #Komunikasi Produksi Dengan Keluarga

Akhir-akhir ini saya baru tahu kalau mau menginstruksikan kepada balita itu harus cari bahasa paling simpel dan tunggal. Lah saya selama ini padahal kalau kasih instruksi berasa kayak mau mengarang satu naskah buku, harus lengkap dan detail. Pantes anak-anak suka nggak paham, ujung-ujungnya saya suka ngedumel (-_-'). Oke kali ini saya mau melatih komunikasi instruksi kepada kakak untuk mengambilkan sabun.


Sebenarnya tanpa sengaja sih. Jadi ceritanya waktu saya sudah terlanjur masuk kamar mandi mau mandi sore, saya baru inget kalau sabun saya habis. Habisnya tuh udah beberapa hari ini. Tapi mau ambil suka nunda-nunda, karena kan kalau sudah masuk kamar mandi males gitu mau keluar lagi. Jadi pikir saya, "Ya sudahlah nanti saja."

Sayangnya, nantinya itu keterusan... Huahahaha...

Nah akhirnya, keulang lagi nantinya. Tapi terus pas udah masuk ke kamar mandi keinget teori isntruksi dengan bahas paling simpel dan tunggal. Jadi sekalian saya praktekkan. Saya panggil kakak. Saya minta tolong ke kakak begini :

Kakak (K), Saya (S)
S : Kak, mamam boleh minta tolong?
K : Boleh mam...
S : Mamam tolong dong ambilin sabun mandi yang kayak gini disitu.
K : *mulai nyari tempat yang saya maksud*
S : Iya kak situ, lo bukan, kanan... Nah iya itu.
K : *Nunjuk lemarinya*
S : Iya itu. Coba geser kardusnya *kebetulan ada kardus kosong*
K : *Geser kardus*
S : Buka deh (lemarinya)
K : *dibuka*
S : Nah mamam ambilin sabun gini (nunjuk sabun mandi kecil) tapi yang ukurannya gede.
K : *Uprek-uprek bentar* terus nunjukin sabun yang dimaksud.

Yeiiiiii yipppiiiiii...

S : Ah iya ituuuuu... Makasih ya kakkkkk...
K : Sama-sama...

Oke jadi saya mulai menyadari, kalau biasanya saya pasti akan kepancing emosi pas ngasih clue nunjuk barang yang dimaksud, karena si kakak nggak paham-paham, padahal sudah jelas jari saya nunjuk. Permasalahannya saya nggak cuma nunjuk, tapi mulut saya ini ikut ngomel minta tolong dengan kata perintah yang terlalu njelimet secara bersamaan. 

Terus biasanya ujung-ujungnya kalau kesel ya saya nggak mau ambil pusing terus langsung ambilin gitu saja, tetap sambil ngomel sih tentunya. Padahal kalau saya mau lebih bersabar si kakak bisa belajar instruksi kan.

Nah itu dia kesalahan saya, jadi sekarang saya mau belajar instruksi sederhana, simpel dan tunggal dulu. Kalau kata coklat pelan-pelan saja...hehe...

Jadi sekarang belajar komprominya di tema kiss (Keep Information Short and Simple) yang tentunya berhubungan dengan intonasi suara dan kelola emosi juga.

#level1
#day14
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

No comments:

Post a Comment