Tuesday, June 13, 2017

Ketika Harus Menulis Sambil Salto #Komunikasi Produktif Dengan Keluarga

Dulu, saya kira setelah anak-anak lepas ASI saya akan lebih leluasa melakukan segala hal yang ingin saya kerjakan. Faktanya seorang ibu adalah milik anak-anaknya. Mimpi bisa menulis tanpa perlu kuatir terganggu jam menyusu anak-anak sudah terlewati, meski demikian semakin bertambahnya usia anak-anak semakin sadar sekitar. Sehingga seringkali ketika saya harus berkejar-kejaran dengan deadline menulis, baik kakak maupun adik sering protes.

Seperti beberapa waktu lalu, saat si kakak tiba-tiba bertanya, "Mam, Kapan Berhenti Nulis?"

Disitu saya sadar, mungkin waktu menulis saya banyak menyita perhatian kakak. Kalau seperti kata suami, itu seharusnya sebagai alarm saya karena si kakak protes.

Namun, sayangnya bagaimanapun saya merasa belum bisa berhenti dari hobi menulis saya, karena saya merasa menulis merupakan salah satu cara saya untuk menuangkan emosi saya.

Oke jadi saya berusaha membagi waktu saya antara menulis dan keluarga. Sayangnya tetap ada saja tantangan saya untuk tetap bisa menuangkan emosi dan ide saya dalam sebuah tulisan.

Seperti biasa seringkali si kakak maupun adik mengganggu kesibukan menulis saya, entah sembari ndusel-ndusel minta pangku saya, ikut pencet-pencet tombol keyboard saya, atau bahkan sekedar salto kayang didepan saya sehingga menghalangi pandangan saya menuju layar laptop.

Hal inilah yang pada akhirnya sering membuat saya malah ngomel.

Seperti siang ini lagi-lagi kakak adik mengganggu saya saat mencoba mulai menulis di siang maupun sore hari. Sehingga saya memutuskan untuk menulis di malam hari saat anak-anak tidur. Target menulis saya sebisa mungkin dimulai pukul 8 malam atau selambat-lambatnya pukul 9 malam.

Nah, sayangnya mulai pukul 8 malam saya sudah mencoba mengajak tidur kakak adik, bukan tidur mereka malah cengengesan godain saya... (-_-')

Awalnya saya berusaha untuk nggak kepancing emosi, tapi setelah saya tunggu 30 menit berlalu, sejam berlalu, sampai jam menunjukkan pukul 10 malam, kok ya nih anak nggak tidur-tidur disitu rasanya saya pengen ngomel.

Saya (S), Kakak (K), Adik (A)
S : Ayo tidur semua
K : Baiklaaaahhhh...
K & A : Baca doa...
K & A : *Merem-merem in mata*
K : *Melek lihat TV*
A : *Ikut melek ngintip kakaknya*
S : Ayo buruan tidur kok
K : *Usaha merem*
A : *Malah nyengenges*
S : Loh... ayo tidur kalau nggak tidur mamam mau ngetik lagi nih
K : Jangan mam, aku minta dipeluk
S : Ya wes ayo tidur
A : Elukkk mammmm.... 
S : Ayo wes nang turu...

Percakapan diatas berlangsung dan berulang hampir sejam lebih

Saya mulai gemes,
S : Ayo kok tidur...
K : Aku nggak bisa tidur mammm...
S : Lo terus gimana
S : *Mulai tinggi nada saya* Ih kakak adik nyebelin deh ah... Mamam tinggal nulis juga nih...
K : Jangan mammmmm...
S : *Akhirnya gemes sambil ngomel* Kakak ini maunya gimana sih, pagi siang mamam nggak boleh ngetik, malam juga nggak boleh. Kalau memang malam nggak boleh ngetik ya mamam kasih waktu dong pagi atau siang boleh ngetik...
Mamam kan pengen ngetik...
K : Iya mam, siang boleh ngetik kok *ngomong sambil mewek*

Percakapan itu masih berulang lagi dan lagi
Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 22.30
Saya pun daripada emosi akhirnya memilih untuk melanjutkan menulis, sembari berkata ke kakak, "Udah ah kak, mamam mau ngetik dulu... Kakak juga nggak tidur-tidur kan??? Mamam jadi bingung dan sedih kalau gini."

Adiknya sih sudah tidur...

Terus saya ngetik, eh belum juga 15 menit berlalu saya intip lagi si kakak nggak tahunya sudah ketiduran... Eaaaaa...

Lagi-lagi disini saya harus belajar menahan emosi di saat PR menulis saya bertumpuk-tumpuk. Sebenarnya ini juga alasan saya sekarang nggak mau terlalu banyak ikut kelas online, karena saya sendiri masih harus berbagi waktu kesibukan gadget/laptop time saya dengan menemani anak-anak bermain.

Jadi untuk sementara solusi saya kalau pas ada PR numpuk-numpuk, saya harus bisa tetep ngetik sekalipun ngetiknya sambil salto dan kayang, karena kalau nunggu anak-anak tidur, mereka kadang tidurnya larut banget 😐😰😓

Lalu akhirnya pagi ini saya krinan juga .... Alias bangun kesiangan nggak sempat sahur, gara-gara tidurnya larut banget 😭😭😭

#level1
#day13
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Disclaimer : Tulisan ini diikutkan juga dalam #30DWCjilid6 #day28

No comments:

Post a Comment