Monday, June 12, 2017

Mam, Aku Sedih... #Komunikasi Produktif dengan Keluarga

Weekend kali ini, seperti biasa suami, saya dan anak-anak menghabiskan waktu di mall untuk sekedar mencari play ground nyaman bagi anak-anak.



Kurang lebih hampir 2 jam lebih kami membersamai kakak adik di sebuah play ground yang nyaman, hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri keseruan kami di tempat bermain karena sejam lagi waktu menjelang berbuka puasa.

Saat itulah si kakak mulai terlihat rewel. Kakak memaksa minta dibelikan minuman es jeruk.

Mengingat harga makanan dan minuman ditempat tersebut sedikit lebih mahal, maka kami merayu kakak untuk mencari minuman di luar area play ground. Maksud kami sekalian mau cari buka puasa.

Kebetulan disebelah play ground tersebut ada sebuah hipermarket, demi mempersingkat waktu suami memutuskan masuk sendiri, kami menunggu di depan didekat kasir.

Saat itulah saya melihat antrian kasir yang sangat panjang. Jujur saya nggak sampai hati lihat suami antri hanya demi minuman jeruk satu botol saja. Sehingga saya mencoba merayu kakak untuk membatalkan keinginannya tersebut. Toh saat itu saya sudah sempat membelikan 3 gelas es teh untuk persiapan kami berbuka puasa.

Sayangnya si kakak kekeuh nggak mau dirayu pakai es teh. Sehingga saya sedikit sebal. Meski demikian, saya berusaha untuk tidak emosi.

S (Saya), Kakak (K)
Berikut percakapan kami,

S : Kak, nggak usah ya es jeruknya. Tuh, kasihan yayah antrinya panjang...
K : Tapi kakak maunya es jerukkk...
S : Ih kakak... Lihat tuh yayah kasihan...
K : Iya, tapi kakak pengen es jeruk...
S : Ah kakak ah nyebelin, kalau mau apa-apa suka maksain, mamam nggak suka ih *sedikit terpancing emosi, tapi mencoba kalem...
K : *nangis*
S : Loh, ngapain nangis? Udah ah diem *mulai sebal, tapi mencoba tenang...
K : Kakak sedih mammm...kakak kan pengennya es jeruk...
S : Oh ya udah, kakak sedih, mamam juga sedih kali, karena kakak maksain gitu...
K : Mamammmm... Jangan gituuuuu... Kalau mamam gitu kakak kan sedih...
S : *Usaha diem, biar mulut ini nggak ngomel*
K : Mamammmmmm... Jangan marah... Kakak jadi sedihhhhh... *nangis*
S : *diem*
K : *Nangis sambil cium-cium saya*
S : *Tetep diem* tapi mulai nggak tega juga...

Terus buat ngeredahin emosi akhirnya saya pakai jalan ngelilingin area depan hipermarket, sambil tarik nafas dalam-dalam *inhale exhale*, lanjut beli siomay sama tahu bakso, lanjut beli tahu, cumi, sama kulit goreng, lanjut lihat menu makanan yang ada disekitar situ.

Pas balik, suami sudah selesai, tanpa pikir panjang langsung nyari tempat buka paling dekat situ, males ke foodcourt karena nanti kalau penuh nggak dapat kursi rebutan antri sama pengunjung lain malah bisa bikin pengen kibas-kibas hati 😂😅



Oke fine, jadi saya mulai menemukan cara untuk meredakan rasa sebal yaitu :
- Buat jalan muter-muter sambil ambil nafas dalam-dalam
- Jangan datangi tempat yang kiranya malah bisa mancing emosi dalam waktu dekat 😂

#level1
#day12
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

No comments:

Post a Comment