Monday, June 12, 2017

Wisata Bangunan Tua Bersejarah di Surabaya

Tak dipungkiri banyak dari kita yang mengenal Kota Surabaya, sebagai kota pahlawan, tetapi tak menyadari di mana saja bangunan tua bersejarah di Surabaya. Sehingga tak perlu menunggu lama, siang itu setelah kami menjamu Mbak Ilva salah satu fasilitator isntitut ibu profesional saya dari Semarang menikmati santapan soto ayam lamongan cak har yang terkenal di Surabaya, kami segera meluncur menuju House of Sampoerna.

Berfoto di Depan Museum House of Sampoerna

Sesampainya di house of sampoerna kami menyempatkan shalat dzuhur kemudian mengeksplore museum House of Sampoerna sejenak sembari menunggu jadwal keberangkatan bus tour kami.


Tepat pukul 3 sore, akhirnya kami dipersilahkan untuk menaiki bus surabaya heritage track berwarna merah. Terutama kakak adik sangat antusias bisa menikmati serunya menumpang bus berwarna merah tersebut.

Sepanjang perjalanan ada seorang guide tour yang memandu perjalanan kami. Mengingat saat itu ada penumpang bule, maka guide tour tersebut lebih memilih menggunakan bahasa inggris saat menjelaskan. Padahal bahasa inggris saya nggak seberapa lancar, jadi saya musti sedikit mengernyitkan dahi saat mendengar penjelasan si mas tour guide.


Untuk destinasi pertama yang kami tuju adalah Kebonrojo Post Office, atau kalau ayah saya dulu bilang namanya kantor pos besar Surabaya. Saya jadi sedikit bernostalgia, karena dulu semasa hidup ayah, saya sering diajak untuk mengunjungi perkumpulan filateli di kantor pos besar ini.

Kantor pos besar ini dulu dibangun pada masa penjajahan. Dari sini saya mendapat penjelasan alasan mengapa kantor pos identik dengan warna orange karena berhubungan dengan warna yang diberikan oleh penjajah belanda untuk menandai wilayah jajahannya saat itu. Oh iya, yang menarik disini kita masih bisa berkesempatan menemukan bus surat, yang dulu sering digunakan untuk mengirim surat.


Hayo, yang lahir tahun 1980-an pasti ingat rasanya nungguin pak pos datang itu gimana. Hehe...

Setelah puas mengeksplore kantor pos, kami diajak berjalan kaki menuju Gereja Kepanjen. Di sini si mas tour guide sempat mencontohkan meneriakkan suaranya, dan kita bisa mendengar suara pantulan gemanya. Sebagai gambaran juga, gereja tersebut merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun pada masa penjajahan belanda.


Sesaat setelah itu kami diajak untuk menaiki bus kembali menuju ke Bangunan tua Ex. De Javasche Bank. Disana kami ditunjukkan sebuah cermin yang dulunya sering digunakan sebagai "CCTV" jaman dulu, untuk mengawasi para pegawai yang akan memasukkan barang-barang kedalam brankas melalui sebuah jendela kecil yang ada disana.
Bagian Dalam Ruangan Utama
Ex. De Javasche Bank

Diceritakan juga, dulunya pintu masuk utama bank tersebut sempat digeser dari posisi semula, sayangnya pergeseran pintu tersebut tidak diiringi dengan tulisan nama bank yang seharusnya terletak diatas pintu tersebut.

Bangunan tua Ex. De Javasche Bank ini mengakhiri tour perjalanan kami dengan Surabaya Heritage Track House Of Sampoerna. Setelah puas mengeksplore bangunan tersebut, maka kami diajak kembali menuju ke House Of Sampoerna.

Informasi House Of Sampoerna :
Taman Sampoerna No. 6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya
(031) 3539000


Disclaimer : Tulisan ini diikutkan dalam #30DWCJilid6 #day27

1 comment:

  1. pingin juga liburan ke bangunan tua seperti ini

    ReplyDelete