Thursday, July 20, 2017

Apa Kabar Proses Belajar Kemandirian Kakak Adik?

Aloha...Mungkin beberapa diantara teman-teman sudah ada yang tahu kalau saya sedang mengikuti tantangan mengajarkan kemandirian yang diadakan oleh institut ibu profesional. Sebenarnya saya sendiri sudah memulai beberapa tahapan kemandirian beberapa bulan lalu. Jadi sekarang tinggal menjalani dan membiasakannya. Satu contoh proses kemandirian yang sedang saya ajarkan kepada anak-anak adalah belajar bisa makan sendiri tanpa disuapin.

Nah membiasakannya ini yang banyak kendalanya. Seperti yang saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya tentang tantangan mengajarkan kemandirian.


Seringkali, karena saya terburu-buru dengan suatu hal, jadi mau nggak mau prosesnya harus diskipp dulu, karena kalau nunggu anak-anak selesai makan sendiri butuh waktu ekstra, dan hati extra sabar. Hihi...

Oke, seperti pagi ini, karena seringkali saya mendapat tantangan kakak adik rebutan piring, jadi kemaren saya putuskan membelikan piring yang sama. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya diputuskan membeli mangkuk bergambar frozen dan gelas plastik bergambar kuda poni.

Iya, kali ini saya nggak mau terbujuk rayuan anak-anak yang saat di toko mereka memilih pilihan yang berbeda nanti ujung-ujungnya di rumah rebutan salah satu piring yang sama. Fix, saya suruh pilih yang sama persis.

Baiklah, pagi ini saya pun semangat memasak bakso, karena teringat obrolan mereka kemaren, "Mam, ini nanti buat maem bakso ya.."

Saya sengaja masak bakso, biar si kakak maupun adik nggak cari-cari alasan lagi.

Seperti biasa setelah bangun tidur mereka mandi. Mereka mulai dari sikat gigi dulu, lalu mengguyur seluruh badannya termasuk rambut untuk keramas. Untuka acara keramas ini si kakak memang masih sedikit panik jika ada air mengguyur rambutnya, jadi sementara saya bantu sembari saya sounding, "Kak, air ini nggak menyakiti. Mamam mandiin kakak bukan niat nyakitin ya, ini namanya keramas." Saya sadari memang ada satu kejadian dulu, yang membuat si kakak trauma jika rambutnya diguyur air. Apa itu? Nanti ya kapan-kapan insya Allah saya ceritain. Jangan sekarang soalnya panjang. hehe...

Setelah mandi mereka saya pakaikan baju. Eh, lha saya baru inget sekarang kalau harusnya tadi kan mereka bisa pakai sendiri.

Kemudian setelahnya baru makan. Kali ini si kakak sempat nyeletuk, "Mam, aku maunya disuapin." Eaaaaaaa...

Saya pun mencoba memberi pengertian bahwa mereka harus belajar makan sendiri, karena sudah besar. Terutama si kakak yang setelah ini sudah masuk sekolah, jadi harus bisa makan sendiri.

Belum selesai acara makan, eh nggak tahunya ada tamu datang. Nah, karena sambil ngobrol dengan tamu, saya nggak bisa fokus tuh, jadi beberapa kali pas si kakak adik mangap, ya langsung saya suapin. Eaaaaa...

Durasi makanpun jadi lebih panjanggg dan lamaaaaaa... Sampai akhirnya tamunya pulang, makan anak-anak belum selesai, sudah keburu anak-anak jumpalitan nggak mau lanjutin makan. Eaaaaaa...

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari
#day8

2 comments:

  1. baca tulisan ini aku berasa gimana seorang ibu emang pengen anaknya yang terbaik dan bisa mandiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan seorang ibu memang harus terus mau belajar

      Delete