Tuesday, July 18, 2017

Kapan Anak Mulai Belajar Bahasa Inggris?

Pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2017, saya berkesempatan mendapat undangan dari BloggerCrony untuk menghadiri acara Talk Show EF yang bertajuk "How to Help Your Kids Learn English", yang diadakan di Food Society Pakuwon Mall Surabaya, dengan bintang tamu psikolog ternama Roslina Verauli, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan brand ambassadors EF yakni pasangan selebritis Donna Agnesia dan Darius Sinathrya.

Saat mengikuti talk show ini, saya baru tahu beberapa mitos yang selama ini berkembang di lingkungan saya. Salah satunya konon katanya dengan mengajarkan bahasa inggris terlalu cepat, katanya bisa menyebabkan anak-anak menjadi speech delay.


Benarkan demikian?
Kebetulan saya sendiri memiliki pengalaman berbeda dengan kedua anak saya yang hanya berjarak 18 bulan. Untuk si kakak saya perhatikan memang sejak usia 18 bulan, dia sudah bisa mengucapkan banyak kosakata dengan jelas. Salah satu kosakata yang paling membuat saya jatuh hati karena sering diulang-ulang oleh kakak adalah "Apple" (Yeah, untuk menyebut apel spellnya pun mengikuti spell inggris).

Setelah usia 2 tahun, si kakak sudah lancar berbicara. Pokoknya lancar banget, bahkan untuk huruf "R" pun dia sudah bisa menyebut dengan jelas, nggak cadel.

Satu hal yang saya perhatikan, semakin hari si kakak ini lebih suka tayangan televisi anak berbahasa inggris. Sehingga mau tak mau, si adik yang lahir ketika si kakak berusia 18 bulan pun mengikuti acara TV yang dilihat oleh kakak.

Saya pun membiarkan si adik ikut terhanyut dengan film-film anak berbahasa inggris yang sedang ditonton oleh si kakak. Hingga akhirnya tepat usia 18 bulan saya perhatikan si adik hanya bisa nyomong "Mama dan Papa". Whaaaattt??? Bahkan di rumah pun kami mengajarkan memanggil "Yayah" bukan "Papa". Bagaimana mungkin bisa muncul "Papa".

Lalu saya pun mencari info kesana kemari, dan saya mendapat jawaban saya harus mengurangi tontonan bahasa inggris untuk si adik, agar adik bisa mengenal bahasa ibu terlebih dahulu.

Mbak Vera Menjelaskan di Depan
Saat Sesi Tanya Jawab

Nah, permasalahan tersebut sempat saya sampaikan kepada Mbak Vera selaku psikolog yang menjadi narasumber di acara talk show tersebut. Ternyata, dari penjelasan yang saya dapat dari beliau, selama ini saya kaprah.

Salah satu hal yang menyebabkan anak terlambat bicara sebenarnya ada banyak faktor, salah satunya adalah faktor peran serta lingkungan juga.


Faktanya :
Dari penjelasan Mbak Vera saya mendapatkan info menarik, bahwa "Perkembangan kemampuan berbahasa atau fungsi wicara sangat kompleks, melibatkan SSP dan area berpikir (seperti interpretasi bunyi, kemampuan verbal, memori, alur berpikir, dll) hingga aspek emosi dan sosial individu."
Sehingga dari situ saya seperti mendapat jawaban, mengapa dulunya si adik sempat terlambat bicara. Setelah saya runut kembali sebenarnya kesalahan bukan hanya pada tontonan bahasa inggris saja. Sebenarnya mungkin  tidak masalah mengajarkan anak berbahasa inggris sejak dini, asalkan saya bisa mengimbangi mengajak si adik berbicara dengan bahasa sehari-hari.

Apa nanti anak nggak bingung???
Mitosnya anak yang belajar dua bahasa akan mengalami bingung bahasa.


Benarkah demikian?
Faktanya : Lagi-lagi saya mendapat info menarik dari mbak Vera yang menyebutkan, bahwa "Bingung bahasa atau code switching atau language mixing bagian dari proses menguasai kedua bahasa dengan baik. Seiring usia, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya."

Bahkan dalam acara tersebut, ada seorang ibu yang menanyakan permasalahannya terkait anaknya yang ternyata bisa menguasai bahasa inggris dan arab sekaligus bahasa indonesia tentunya. Padahal menurut ibunya, bagaimana bisa demikian, sedangkan ibunya merasa tak pernah mengajarkan bahasa arab.

Ternyata, hal tersebut bisa jadi karena misalnya selama dalam kandungan dan sejak dia bayi si ibu rutin membaca al-qur'an, dimana saat kita membaca al-qur'an secara tidak langsung otak anak menyerap adanya bahasa arab yang dia dengar sejak dini.

Jadi sebaiknya kapan anak diajarkan Bahasa Inggris?
Dari Fakta yang dijelaskan oleh Mbak Vera, bahwa Golden Moment perkembangan area berbahasa pada korteks otak justru terjadi di 6 tahun pertama anak, dengan puncaknya di usia 1 tahun pertama kehidupan bayi.

Sehingga jika kita ingin anak bisa menguasai bahasa Inggris, maka sebaiknya diajarkan sejak dini. Semakin besar anak maka biasanya akan semakin sulit anak menguasai bahasa tersebut.

Dijelaskan oleh mbak Vera, adapun beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menstimulasi kecakapan bahasa asing anak, adalah dengan :
  • Merespon bunyi-bunyi dari bayi dengan bunyi/kata
  • Memberi perhatian dan komentar pada apa yang anak lihat
  • Bermain social games
  • Melibatkan anak dalam bermain pura-pura
  • Melibatkan anak dalam percakapan sehari-hari
Pasangan selebritis Dona Agnesia dan Darius Sinathrya dalam kesempatan yang sama, juga menyampaikan pengalamannya selama ini membesarkan anak multilingual, dimana disebutkan bahwa ketiga anaknya terbiasa berkomunikasi dalam bahasa inggris setiap hari, padahal mereka sekolah nasional

Mereka selalu berusaha mengajak anak-anak mereka berkomunikasi bahasa inggris sejak dini. Namun, mereka menyadari dengan kesibukan mereka selama ini, maka mereka juga mengandalkan EF sebagai salah satu partnert mereka dalam mengajarkan bahasa inggris kepada ketiga anaknya selama ini.

Nah, kapan sebenarnya anak bisa mulai diikutkan kelas EF???
Setelah acara selesai, kami berkesempatan untuk mengunjungi sekolah EF PTC Surabaya. Disana kami mendapat sambutan ramah, dan mendapat banyak penjelasan.

Diary Singkat Mengikuti Undangan EF Talk Show

Dari info yang saya dapat, EF membuka kelas mulai usia 3-4 tahun. Tentunya tehnik yang digunakan untuk belajar bahasa inggris bagi usia balita lebih menarik dan menyenangkan, sehingga anak-anak akan merasa senang dan tidak bosan.

2 comments:

  1. Mba Vera kompeten bgt jelaskan ttg aneka mitos dan fakta ini.
    Super looovee
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak. Keren banget penjelasannya

      Delete