Saturday, July 15, 2017

Mam, Mana Sendoknya?

Nah, karena beberapa minggu ini saya sudah mengajarkan kakak adik makan sendiri pakai sendok, semalam pikir saya waktunya mereka makan tanpa sendok.

Ilustrasi

Jadi sebenarnya mereka sudah makan tiga kali. Tapi malam harinya mereka lapar lagi, dan mereka heboh minta makan.

Sayangnya sayur dan lauk untuk hari itu sudah habis sejak jam makan sore. Jadilah taraaa saya mengeluarkan lauk cadangan berupa chicken nugget. Saya goreng sebentar, dan saya sajikan bersama nasi hangat.

Taraaaa... Anak-anak langsung semangat menyambutnya...
Berhubung, itu makanan kering jadi pikir saya ya sudah nggak usah sendok.

Eh nggak tahunya si kakak nyeletuk, "Mam, mana sendoknya???"

Hihi... Saya bilang saja, "Maemnya pakai tangan ya, coba mamam pengen tahu, bisa nggak sih kakak adik maem tanpa sendok???"

Setelah saya perhatikan, ternyata la kok mereka lebih rapi maemnya. Ya iyalah, kan mereka nggak perlu heboh benerin sendok ngambil nasi terus masukin sendok ke mulut biar nggak kesogrok 😂

Oke, jadi lantai malam hari itu amannnn...

Terus seperti biasa sebelum tidur, mereka minta pipis, dan sempat minta pup juga. Kali ini si kakak pakai drama nggak bisa ambil gayung karena kejauhan. Jadi sementara ya sudah dibantu dikit. Nggak papa besok dicoba lagi.

Untuk pakai celana, si kakak sudah bisa pakai sendiri, hanya perlu dibantu untuk membalik celananya kalau posisinya terbalik. Kalau adiknya tetap seperti biasa, dibantu nggak mau ngeyel ngerasa bisa, tapi ditungguin kok ya nggak dipakai-pakai... Jadi emaknya masih sering stereo manggil si adik kalau lari kesana kemari karena belum pakai celana 😑

Oke, jadi ini cerita kami melatih kemandirian kakak adik, yang saya tahu dari institut ibu profesional ternyata kemandirian itu bisa diajarkan sejak dini, karena kemandirian itu perlu pembiasaan.

Oh iya, biasanya kalau mereka minta sesuatu misal sendok, dan saya lihat mereka bisa menjangkaunya maka saya sarankan untuk mengambil sendiri. Beberapa kali mereka terlihat "malas". Jadi selalu saya kasih pengertian bahwa, "Kaki untuk jalan, tangan untuk mengambil. Jadi kita harus bersyukur untuk bisa mengambil sendiri kalau memang bisa terjangkau tangan dan kaki kita."

Kecuali jika tempatnya tidak terjangkau, maka biasanya kami membantunya.

Jadi mana sendoknya? Kita sementara pakai tangan dulu ya, nyoba makan pakai tangan.

Halah bilang saja emaknya ini males cucian piring banyak!!! 😑 Hayooo ngaku nggak??? 😂

Nggakkkkkkk... Ciyus deh... 😅

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari
#day3

No comments:

Post a Comment