Monday, July 24, 2017

Membiasakan Adik Kakak Merapikan Sesuatu

Beberapa waktu lalu saya sempat ditegur oleh seorang teman, karena saya tidak mengajarkan anak-anak untuk terbiasa membereskan mainannya setiap selesai mengacak-acak semua mainannya. Bayangan saya sih, yang penting anak-anak bahagia. Tapi ternyata lama-lama saya kok ya mumet sendiri kalau rumah acak kadul nggak karuan. Bukan perkara nggak rapinya, tapi lebih kepada karena sering tanpa sengaja waktu lagi terburu-buru oleh sesuatu, tiba-tiba saya menginjak beberapa mainan tersebut. Ya, kalau pas lagi nggak mumet sih nggak masalah masih bisa slow... Giliran emosi sudah di ubun-ubun, nah ini biasanya bakal bikin gampang ngomel. Duh, ini ya namanya belajar sabar susah banget.

Jadi, pada akhirnya saya belajar untuk membiasakan kakak adik mau merapikan sesuatu. Biasanya selesai bermain, jika sudah waktunya jam makan, maka saya akan meminta mereka untuk membersihkan mainan.

Tantangannya ini yang sering bikin mulut suka mangap-mangap. Bukan lantaran kakak adik nggak mau merapikan, tapi karena si adik yang suka menggoda kakaknya.

Biasanya si kakak akan protes sembari bilang, "Mam, adik lho nggak mau ikut beres-beres, padahal tadi kan adik ikut mainan."

Lalu dengan muka usilnya si adik pura-pura ngeloyor pergi. Kan gemes tuh ya yang lihat. Saya pun berusaha adil dengan memanggil si adik, "Lho dek, ayo bantuin kakak kok..."

Sayangnya dengan pedenya si adik tetep ngeloyor, sehingga ngomelah saya... *Eaaaaaa...

Belum lagi kalau habis menumpahkan sesuatu. Seperti hari ini tadi. Saat kakak menumpahkan minumannya dengan tanggung jawab si kakak mau membersihkan minumannya, dan biasanya saya berikan apresiasi berupa ucapan terimakasih dan pujian.

Nah, bagaimana dengan si adik???

Tadi sore ceritanya si adik tanpa sengaja menumpahkan yogurtnya. Lalu saya meminta adik untuk mengambil tisu, "Dek, ayo tolong ambil tisu."

Adik pun segera menuju ke tempat tisu, dan dia hanya mengambil satu lembar tisu. Saya pun berkata, "Dek, ambil semua, semuanya dek..."

Eh tetep ambil selembar lagi (jadi total dua lembar).

"Semua dek!!!" teriak saya gemas.

Lagi-lagi cuma diambil selembar lagi... eaaaaaaaa....

"Sama wadahnya dek, tempatnya...." begitu teriak saya heboh.

Lha, dengan santainya dia ambil selembar lagi dengan pasang muka sok cool.

Lalu si kakak pun gemas, dan segera buru-buru membantu saya menegur adiknya sekaligus mau mengambilkan tisu saya. 

Nah kok, belum juga si kakak ambil, si adik langsung buru-buru melesat mengambil tisu sewadahnya dan buru-buru lari ke saya. eaaaaaaaaaa... Lha jadi tadi itu godain saya toh!!! *emaknya langsung buru-buru pijat-pijat kepala... Haha...

Jadi ternyata tantangan saya kali ini adalah ketika si adik pura-pura ngeloyor, padahal sebenarnya dia tahu. Toh, beberapa kali ketika saya mintain tolong untuk membantu saya membersihkan mainan ketika kakaknya sedang tidur si adik dengan semangat mau membantu saya. Mungkin dia hanya ingin menggoda kakaknya, atau ingin mendengar teriakan false suara saya... Hehe...

Oh iya untuk membersikah tumpahan ini, dulunya saya juga bingung untuk memulai dari mana. Tapi saya ingat konsep memberikan contoh langsung. Sehingga saat awal-awal mengajarkan saya memberikan contoh dengan memegang tangan kakak langsung untuk mengarahkannya mengambil tisu kemudian saya arahkan tangannya untuk menaruhnya pada lantai yang basah.

#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari
#day12

No comments:

Post a Comment