Friday, July 21, 2017

Tantangan Sabar Mengajar Kemandirian

Pagi ini, seperti biasa saya masih berusaha membiasakan anak-anak makan sendiri, karena pengalaman sebelumnya anak-anak rebutan piring dengan gambar yang sama, jadi saya mencoba mencari solusi, yaitu membelikan piring yang sama.



Lha kok ternyata, pagi ini masih ada saja alasan mereka untuk rebutan.

Wong ya mangkuk sudah sama, sama-sama gambar frozen, nasi sama, lauk sama, sayur sama, sendok juga sama. Apalagi coba yang kurang, kok yo sik sempat-sempatnya rebutan.

Saya pun mencoba memahami, "Sakjane apa bedanya sih?!"

Saya pantengin bolak balik di sela-sela mereka rebutan, wong ya batin saya isinya lho sama.

Duh, Ya Allah... Elus-elus dada beneran deh emaknya...

Akhirnya saya suruh mereka suittt *sudjreng*

Mbuh tah siapa yang menang, siapa yang kalah, saya angger njeplak saja, "Oh kakak yang menang!!!"

Wahhh... Pilih kasih ini???

Enggak!!!
Saya pilih kakak menang, karena memang tadinya itu piring sudah dipegang kakak didepannya, entah mengapa si adik minta punya kakak.

Oke, si adik sempat ngamuk. Karep-karepmu wes 😂
Saya cuekin dia mau ngamuk muser kayak apa, karepmu.

Alhamdulillah, lho ya nggak pakai drama lama adik akhirnya mau maem makanannya. Sik talah, gitu tadi kok ya pakai acara drama... Astaghfirullah...

Singkat cerita, makanan nggak habis. Oke terserah. Saya bilang, "Nggak habis kalau lapar nanti maem masih nanti siang lho ya!"

Mereka kompak iya. Lha belum juga sejam mereka udah tereak-tereak, "Mam, Laperrrrrrr..."

Nah kan! 😑

Akhirnya saya bilang, "Kan tadi mamam udah bilang, laper kan! Ini lho mamam kasih tahu, makanya maem itu dihabiskan, di luar sana masih banyak orang kelaparan."

Kakak diem, adik menteleng ←ini entah tahu apa nggak saya ngomong kok ya menteleng 😂

Akhirnya saya kasih cemilan pisang. Dua pisang cavendish pun habis. Kakak laporan, "Mam pisangnya habis lho!"

Ya wes, habis mau gimana lagi 😂

Setelah itu siangnya mereka minta makan pakai telur. Oke saya ceplokkan telur favorit mereka.

Kali ini karena adik yang minta duluan jadi saya tawari adik, mau pakai piring apa?

Adik milih piring doraemon. Saya sengaja pakai piring yang nggak sama biar mereka bisa belajar konsep nggak harus semua sama.

Setelah itu saya sajikan makan siang, saya tinggal bentar. Si kakak nasi dan telur sudah mau habis, lha si adik nasinya banyak telurnya mau habis... *emaknya rasanya kudu nangis 😂

Akhirnya mau nggak mau si adik saya suapkan dikit-dikit nasinya, karena saya suruh maem sendiri si adik nggak mau 😥

Begitulah cerita saya menjalani tantangan kemandirian dari kelas bunsay Institut Ibu Profesional kali ini...


#Level2
#BunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Tantangan10hari
#day9

No comments:

Post a Comment