Tuesday, August 15, 2017

Diet Bahagia, Project Sehat Menua Bersama

Dalam project sehat menua bersama ini, meskipun saya sebagai pemain utamanya tapi tentu tidak akan pernah sukses tanpa support dari tim sukses.



Sehingga seperti saya ceritakan sebelumnya suami yang bertindak sebagai penasehat dan kakak adik selaku tim penilai, mulai terlihat supportnya.

Selaku penasehat project sehat dan menua bersama, suami selalu mengingatkan porsi menu yang seharusnya saya makan.

Sedangkan si kakak dan adik sekarang sebagai tim penilai masakan saya. Kebetulan sejak menjadi pelaku ketowarrior, selama jam puasa tidak boleh ada makanan yang masuk kecuali air putih, VCO, dan teh hijau. Sehingga mau tak mau saya tak pernah mencicipi masakan saya. Untuk antisipasi biasanya saya meminta bantuan si kakak untuk menilai apakah terlalu manis? Terlalu asin? Atau malah hambar?

Seperti siang ini, si kakak pun menjawab, "Sudah PASSS mam. Masakan mamam enakkkkk..." 😂

Duh saya jadi inget film korea jewel in the palace, dimana si jang geum memasak tanpa merasakan masakannya dengan ilmu kira-kira karena kebetulan saat itu jang geum kehilangan indra perasanya.

Lho emang bisa? Pakai ilmu kira-kira feeling sih ... Hehe ...

Oh iya pagi ini si kakak ikut menentukan menu nasi hari ini. Sesuai requestnya, kakak minta nasi merah dan dia ikut menakar berasnya.

Untuk nasi merah kakak adik, saya sengaja mencampurnya dengan beras putih sebelum di masak. Dan ternyata kakak adik lahap menghabiskan nasi merah putih tersebut.

Alhamdullah, dengan project sehat menua bersama ini setidaknya menu keluarga ikut menyesuaikan ke arah sehat 😘

Disclaimer : Tulisan ini merupakan salah satu PR yang diberikan di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional Level 3 tentang Family Project keluarga kami. Setiap keluarga nantinya akan memiliki project yang berbeda, disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#BelajarHidupSehat

No comments:

Post a Comment