Thursday, August 24, 2017

Tips Menguatkan Niat Diet

Sejak menjalani diet ketofastosis secara terang-terangan, seringkali saya mendapat pertanyaan, "Mbak, sudah turun berapa kilo?" Percaya atau tidak, pertanyaan-pertanyaan seperti ini justru bisa menyurutkan niat diet lho, karena saat kita menjawab artinya saya tahu jumlah BB saya yang berkurang, nah kalau turunnya dikit kan berasa, "Duh, udah diet kok ya nggak turun banyak mending nggak usah diet deh!"




Beruntung sebelum memulai diet, saya membekali amunisi keteguhan diri yang saya dapat dari iming-iming suami, yang saya anggap sebagai support penuh untuk saya.

Apa itu?

Seperti sebelum-sebelumnya jika akan mulai diet saya mengajak taruhan suami, jika saya berhasil turun sekian kilo maka saya minta hadiah.

Suamipun setuju, tapi kali ini hadiahnya bukan materi, karena kalau berupa materi kan nabung juga nanti-nanti bisa beli sendiri (baca : nggak perlu ngerepotin duit suami) hehe ...

Jadi kali ini hadiahnya kalau saya berhasil turun di angka di bawah 75 kg, suami bersedia gendong saya keliling kompleks (keliling kompleksnya tambahan saya sendiri sih) 😂

Nah, dari situ membuat saya semangat 💪😍

Beberapa kali sempat hampir patah semangat, tapi lalu saya mencoba bertanya pada diri saya sendiri, jadi tujuan saya diet ini apa untuk sekedar digendong suami?

Lalu hati saya mejawab, digendongnya itu bonus. Tapi bukankah saya ingin sehat dan berumur panjang hidup dengan suami agar bisa mendampingi anak-anak saya tumbuh, menikah, memiliki anak, menjadi orang sukses?

Iya kalau saya sampai sakit, bagaimana nasib suami dan anak-anak saya? Bagaimana dengan visi misi keluarga kami? Di balik motivasi diet saya ini bisa dibilang ada segudang mimpi saya bersama suami yang akan bisa tercapai jika kami sehat.

Nah, dari situlah ketika semangat diet saya kendor, adakalanya saya mengingat bahwa didepan akan ada episode saya digendong mesra suami *uhuk 😅

Tapi di sisi lain, adakalanya saya juga akan berpikir jangka panjang, bahwa saya ingin sehat, harus sehat.

Mengingat ibu dan ibu mertua kebetulan punya riwayat diabetes mellitus, jadi mau nggak mau kami harus menjaga pola hiduo kami sejak dini.

Ditambah ibu yang dulunya pernah kena tumor tulang, yang alhamdulillah bisa sehat kembali, tentu membuat kami banyak merenung, bahwa kami harus mulai hidup sehat.

Beberapa kali ada teman yang bertanya, "Yah mbak nanti nggak bisa makan ini dong. Nggak boleh makan itu dong?!"

Ayolah kemon, kalau kita sakit apa ya kita bakal bisa makan-makanan yang nggak sehat itu? Nggak bisa kan?!

Mau sampai kapan kita menunda kesempatan sehat ini?

Pernah mentor saya berkata, "Mbak kalau belum siap, mending lain kali saja dietnya. Nikmatin dulu makanan enaknya!"

Tapi saya pun berpikir, mau sampai kapan saya menunda? Sedangkan metabolisme tubuh saya akan terus bekerja mencerna makanan-makanan yang masuk. Toh pikir saya makanan ya begitu-begitu doang rasanya 😂😅

Masak iya, saya harus menunda diet sampai saya susah jalan karena saking beratnya bawa beban berat badan saya 😰

Seperti obrolan saya dengan suami kemaren, "Katanya asuransi kesehatan itu riba' ya? Terus gimana dong masa tua kita?"

Saya pun menjawab, "Ya makanya, ayo mulai sekarang kita ikhtiar untuk hidup sehat."

Saya jadi ingat sebuah quote, "Makanlah untuk hidup, bukan hidup untuk makan!"

Jadi tipsnya apa saja biar bisa fokus menguatkan niat diet?
❤️ Siapkan Goal jangka pendek → dalam hal ini, kalau saya nanti minta digendong suami 😅
❤️ Siapkan Goal jangka panjang → Menua dan Sehat Bersama Suami demi visi misi keluarga.
❤️ Selalu ingat prinsip, makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.
❤️ Jangan mudah goyah dengan masukan orang-orang yang makin menyesatkan, misal "Duh kamu cantik pas gendutan lho!" Hey ini bukan tentang cantik nggak cantik gendut nggak gendut, tapi tentang sehatnya tubuh kita. Toh mereka nggak ikut merasakan saat badan kita linu-linu 😅
❤️ Jangan hanya berpatokan pada berat badan, tapi bisa dengan lingkar perut, paha, dada, dsb
❤️ Nikmati prosesnya!

#Day15
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
#ProjectSehatMenuaBersama

No comments:

Post a Comment