Wednesday, September 13, 2017

Game Level 4 Bunda Sayang #day7

Akhir-akhir ini saya sebenarnya lebih memperhatikan keseharian si adik yang menurut sudut pandang saya diakui atau tidak adik ini lebih sering rewel ketimbang kakaknya. Saya pun berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluh, ya meskipun sedikit banyak, ujung-ujungnya tetep banyak sih ngeluh ke suami alias laporan.
Kakak Adik

Jujur adakalanya ketika saya sudah frustasi tidak tahu harus berbuat apa, sudah berusaha tenang inhale exhale, tarik nafas dalam-dalam si adik tetap tantrum guling-guling di lantai mancal-mancal nggak jelas apa maunya, kalau sudah gitu saya pun sempat mencubitnya di paha karena gemas. Si kakak biasanya yang jadi penyelamat si adik, dengan selalu mengingatkan saya, "Mamam jangan cubit adik kasihan adik! Adik lho minta ini atau itu (sambil nyebut apa yang diminta adiknya!"

Duh, Ya Allah ... kalau sudah gitu nyeselnya seubun-ubu, lalu saya buru-buru minta maaf dan peluk adik.

Ah iya saya akui, saya masih harus belajar banyak untuk memahami anak-anak saya, termasuk memahami cara belajarnya termasuk cara dia menyampaikan keinginannya.

Sempat terpikir apa saya salah pola asuh ketika mendidik si adik ketimbang si kakak? Bukankah keduanya sama-sama minum ASI saya?

Saya mencoba mencari-cari jawaban, hingga saya menemukan kebanyakan memang anak kedua itu lebih berwatak keras kepala ketimbang anak pertama, tak lain dan tak bukan itu sebagai bentuk kecemburuan dia saja.

Oke fine, di situ saya sedikit lega, setidaknya saya tahu jawabannya, dan saya harus terus belajar mencari akal gimana caranya agar tidak terjadi kecemburuan diantara keduanya, yang bahkan secara gaya belajar sepertinya mereka memang berbeda.

Jika si kakak dengan cara mengolah kata dan menyampaikannya kepada saya dan suami, kami sudah langsung ngeh, maka si adik ini sepertinya harus saya arahkan agar bisa menyampaikan dengan gestur tubuh atau menunjukkan langsung apa yang dirasakannya, karena sepertinya dia tipe visual, dan bisa jadi kinestetik.

Ini terjadi ketika misal saya tidak suka dengan apa yang dilakukan adik hari ini, saya mencoba tenang, lalu memanggil si adik dengan berkata, "Adik, jangan begitu. Lihat muka mamam!"

Disitu sepertinya dia langsung paham dan berkata "Mamam, ngangan (Jangan)"

Pun ketika saya memintanya membereskan sesuatu seperti biasa dia akan cuek ngeloyor ketika saya hanya menginstruksikannya melalu omongan. Berbeda ketika saya mencoba memegang tangannya mengarahkan mengambil mainan yang tercecer kemudian memasukkannya ke dalam kotaknya, dia pun dengan cekatan langsung menirunya.

Oke, jika si kakak tipe auditory si adik visual, berbeda dengan saya sepertinya saya merasa mungkin saya kinestetik, alasannya ketika orang lain menjelaskan saya sampai berbusa biasanya saya masih nggak ngeh, begitu juga ketika melihat, tapi ketika saya mencoba mempraktekkannya saya baru ngeh. Oalahhh ternyata seperti itu toh ceritanya ... Haha, kalau yang ini khusus self reminder saja sih ...

#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#day7
#BelajarLebihBaik

No comments:

Post a Comment