Saturday, September 16, 2017

Game Level 4 Bunda Sayang IIP #day10

Saya tiba-tiba ingat obrolan saya dengan suami beberapa waktu lalu, suami bertanya, "Memang tugas IIP kelasmu yang sekarang (bunsay) ngapain saja?" Saya pun menjawab, "Ya kita mendapat game tantangan tiap bulan yang nantinya, kita laporkan minimal 10 hari, maksimal 17 hari, sebagai syarat kelulusan."

Salah Satu Badge yang Saya dapat dari Game Sebelumnya


Suami sambil masih lempeng nyetir bilang, "Lho la terus kalau nggak dikerjain gimana nulisnya? Kalau kayak kamu yang suka nulis gampang aja dong disuruh nggedabrus (omong doang alias bohong)?"

"Ya elah, ya kalau orang maunya bohong, monggo-monggo saja! Kalau aku sih selama ini ya aku tulis apa yang kulakukan hari itu, sekalipun aku nggak lagi menghadapi tantangan game yang dimaksud." Begitu jawab saya.

Sebagai gambaran saya sendiri saat ini memang sedang tidak bisa fokus, dikarenakan sementara saya tinggal menumpang di rumah ibu, lantaran suami belum nemu tempat tinggal. Jadi selama ini memang sikon tidak memungkinkan untuk mengerjakan tantangan.

Bagaimanapun ibu saya memiliki cara didik yang berbeda dengan saya, yang jika saya bantah, pasti ujung-ujungnya akan malah jadi tengkar. Otomatis saya berusaha menghindari hal tersebut.

Saya nggak mau hanya karena saya protes cara didik ibu, lalu nanti saya dibilang, "halah lah" atau "sok tahu lah", dsb.

Meski demikian saya kadang diam-diam berusaha mempelajari situasi anak-anak. Seperti akhir-akhir ini ketika saya lihat kakak adik sering bertengkar, memang saya lihat si adik tipe yang nggak mau kalah. Egois tinggi. Kalau ibu saya bilang pelit juga.

Saya mencoba mengingat-ingat fase si kakak ketika usia se adik begini, hey bukannya sama saja saat usia segini si kakak juga lagi dalam fase egois tinggi, semua juga demi agar dia bisa mempertahankan dirinya kelak ketika tumbuh remaja kemudian dewasa agar tidak mudah dibully lingkungannya.

Jadi ketika hari ini si adik bersikap pelit, saya hanya menjawab ke ibu untuk memahaminya karena toh si kakak dulunya waktu seusia se adik juga lagi masa-masa pelitnya.

Oh iya, untuk sisanya bagaimana saya harus mengamati cara belajar kakak adik, akhir-akhir ini memang agak miss, karena seperti hari ini saya harus menitipkan kakak adik ke ibu karena saya ada janji temu dengan teman-teman penulis.

Untuk yang protes kalau miss kenapa dulu nggak ngajuin cuti? Sebenarnya sebelum start tantangan game ke-4 ini saya sudah sadar diri ingin mengajukan cuti, tetapi ternyata karena kelas sudah berjalan, dan saya sedang mengemban tugas ketua kelas saya memutuskan membatalkan cuti, lantaran nasehat dari fasilitator saya dulu di kelas matrikulasi.

Sebagai gambaran lagi, sebelum melanjutkan ke kelas bunsay memang kami belum ada rencana fix untuk pindah domisili. Sehingga suami pun meng-acc saya melanjutkan kelas bunsay ini untuk meng-upgrade ilmu saya menjadi istrinya dan ibu dari anak-anak kami.

#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#day10
#BelajarLebihBaik

No comments:

Post a Comment