Friday, September 15, 2017

Game Level 4 Bunda Sayang IIP #day9

Hampir seharian ini, saya akui interaksi saya dengan anak-anak kurang intens lantaran hampir seharian kami di jalan, sehingga mau tak mau saya lebih fokus memegang kemudi. Meski demikian ada banyak hal yang saya pelajari.

Suka Menirukan Gaya Nenek Saat Berdandan


Saat siang hari, ketika saya menyempatkan beristirahat sejenak, saya dengarkan si kakak mencoba menceritakan isi buku dengan antusias.

Begitu juga dengan si adik, yang saya dengar mencoba meniru si kakak bercerita.

Hal lainnya si kakak ternyata ingat, jika saya menjanjikan mainan puzzle 3 dimensi. Beberapa kali dia bertanya, "Mam, mana puzzle ku?"

Saya pun hanya menjawab, "Sabar ya kak, nanti puzzlenya itu dikirim. Jadi nanti kalau kakak dengar ada orang kenteng-kenteng pagar sambil teriak PAKEEEEEETTTTTT ... Nah bisa jadi itu puzzle kakak."

Sore menjelang si kakak tak kunjung tidur, saya pun harus bergegas ikut senam *ceileeeehhh ...

Lah ternyata senamnya libur. Akhirnya saya memutuskan ke Surabaya sebentar, karena ada keperluan. Subhanallah sesuatu, ketika saya berangkat jam 5 sore, estimasi saya sampai rumah paling jam 7 an, ternyata malah jam 9 lebih.

Sampai rumah anak-anak pun sudah tertidur lelap.

Di jalan saya ingat, belum mengerjakan PR. Haha ... Ya sudahlah saya pasrah ...

Satu hal lagi yang saya pelajari, sewaktu di jalan sesekali saat lampu merah saya menyempatkan mengintip isi chat di beberapa komunitas.

Ada chat yang menarik perhatian saya, dimana beberapa teman membicarakan salah satu teman kami yang sepertinya sedang mengalami suatu tekanan.

Berbagai macam komentar pun bermunculan, "Kok bisa gitu sih ya, dsb dsb"

Dari situ saya belajar dan merenungi, bahwa saya pribadi bersyukur karena masih diberi kewarasan dalam menghandle buah hati saya. Saya pun tidak berani ikut menjudge karena saya tidak pernah di posisi teman saya tersebut.

Jadi yang bisa saya lakukan kali ini adalah saya hanya ingin belajar menjadi ibu pembelajar agar anak-anak saya bisa terus belajar bersama kami orang tuanya.

Ya Allah tidak pernah salah memberi rezeki, pun demikian Allah tidak mungkin salah menjadikan saya sebagai anak dari ibu saya, juga menjadikan saya sebagai ibu dari anak-anak saya.

Si kakak yang selalu tahu kapan saya marah, selalu mengingatkan agar saya tidak marah-marah sekalipun dengan adiknya. Seringkali dia berkata, "Mam jangan gitu, kasihan adik tuh mam ..."

Kalau sudah gitu hati saya langsung meleleh. Pagi ini si kakak pun bertanya, "Mam boleh peluk? Tapi mamam belum mandi ya? Jadi kalau mamam belum mandi kakak peluk, nanti kakak jadi bauk?"

Saya pun hanya tertawa mendengarnya dan segera memeluknya, "Sini mamam peluk biar bauk ketek mamam" 😂

Dan si kakak teriak-teriak sambil ketawa, "emoh mammmm baukkkkkk ..." 😂

#tantangan10hari
#level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
#day9
#BelajarLebihBaik

No comments:

Post a Comment