Thursday, October 26, 2017

Yuk Membaca! Sombong Itu Musuh Allah

Membaca, begitu kira-kira tugas di kelas Bunda Sayang Level 5 Institut Ibu Profesional kali ini. Mengajarkan membaca si kakak adik begitu kira-kira poin yang saya tangkap. Maunya sih protes karena kakak adik kan masih balita, belum waktunya baca. Tapi setelah saya cermati ternyata mengajarkan membaca itu bukan lantas memaksa anak harus bisa membaca melainkan membiasakan anak-anak agar cinta membaca.

Buku yang Kami Pilih
Untuk Tugas Hari Pertama Ini.
Oke jadi saya mau cerita tentang tugas Membaca, Game Level 5 Bunda Sayang Institut Ibu Profesional day 1 :

Mengingat bahkan saya masih nomaden riwa riwi sana sini, buku sudah terlanjur terpacking cantik dan rapi di container beserta segel lakbannya, dan kalau mau ke toko buku gramedia lumayan jauh dari rumah ibu saya, maka saya harus mencari akal.

Saya ingat ibu saya pun pecinta buku, beliau punya banyak koleksi buku di rak bukunya. Sehingga tanpa pikir panjang saya segera memilih-milih buku apa yang cocok dibacakan untuk anak-anak saya.

Ibu saya pun sempat nyeletuk, "Awas bersin-bersin!"

Iya maklum bukunya tuh buku jadul rata-rata beliau beli jaman saya masih remaja. Tapi nggak masalah kan, mau buku jadul atau buku baru yang penting bukunya mengandung pesan moral.

Saya pun memilih satu buku yang menurut saya agak ringan untuk dibacakan kepada anak-anak. Judulnya, "Sombong musuh Allah."

Awalnya saya mencoba membaca sembari menceritakan kepada kakak adik isi buku tersebut. Di sana di ceritakan tentang Fatimah puteri Rasulullah yang datang mengadu sedang kelaparan kepada Rasulullah sang Ayahanda tercinta. Betapa terkejutnya ketika Rasul meminta Fatimah memegang perut Rasulullah yang ternyata berisi batu. Fatimah pun merasa malu, karena dia tahu jika sedang lapar biasanya Rasulullah mengganjal perutnya dengan batu.

Cerita lainnya, diceritakan ketika anak-anak Fatimah menangis karena kelaparan, tetapi tak ada makanan sedikitpun di rumah. Hingga Ali bin Abi Thalib suami dari Fatimah datang. Fatimah pun menceritakan hal tersebut kepada sang suami.

Mendengar hal tersebut Ali terdiam sejenak. Tak lama kemudian Ali mengajak kedua puteranya berjalan ke luar.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan salah satu penduduk dan menawarkan bantuan menimba air kepada penduduk tersebut dengan upah satu buah kurma untuk setiap 1 timba air. Penduduk tsb pun sempat heran, karena untuk ukuran Ali yang disegani banyak orang kenapa tidak malu menawarkan diri bekerja menimba air hanya demi sebutir kurma.

Di akhir cerita juga diceritakan tentang pengalaman anak sekolah yang tidak mau memberi uang kepada pengemis. Namun cara penyampaiannya salah, karena si anak tersebut tidak menolak secara halus.

Dari cerita-cerita tersebut jika kita mau memahami maka kita akan memahami betapa kita sebagai manusia jangan berbuat sombong.

Oh iya ditengah acara saya membacakan buku tadi, si adik sempat meminta buku untuk "dibaca" sendiri. Setelah saya biarkan si adik "membaca" sendiri saya mendengarkan dia mulai mendongeng dengan gaya bahasanya sendiri. Sedangkan si kakak yang awalnya ngambeg nggak mau ikut baca karena maunya pakai buku dia yang kebetulan sebagian sudah ada di container dan sebagian lagi saya tinggal di Balikpapan, tiba-tiba jadi ikut merapat membaca. Cihuyyy ... Misi kali ini sukses bikin kakak kepo sama kegiatan kami membaca.

Nah kan, Ikut Kepo 😂
Jadinya Kakak Sekarang Didongengin Adik

Tambahan lagi, sebenarnya saya sendiri sering diingatkan oleh guru penulis saya. Bahwa jika ingin menjadi seorang penulis profesional maka saya diharapkan untuk sering membaca. Perbandingannya jika saya menulis 1x maka saya harus mau membaca 3x. Subhanallah kebetulan sekali, dengan adanya tugas ini, seperti mengingatkan saya untuk lebih sering membaca lagi 😍

Ini Salah Satu Buku Tulisan Saya Hasil Berguru di Salah Satu Penulis Buku Islami Best Seller di Indonesia 😁
Siapa sih gurunya? Cari Tahu Saja di Buku Itu. Hehe ...
Eh Nggak Boleh Sombong Lho!
Nggak Kok, Ini cuman Modus Ngiklan Dikit 😅

Oh iya untuk tugas level 5 kali ini saya juga ada tambahan melampirkan gambar pohon literasi. Tapi karena gambar pohonnya ada di rumah metua, jadi sabar ya, gambar pohonnya menyusul 😂

#GameLevel5 
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

No comments:

Post a Comment