Saturday, November 4, 2017

Baca Al-Qur'an Biar Hati Tenang

Jadi sebenarnya sudah lebih dari dua bulan sepertinya saya ikut grup whatsapp, yang punya visi misi agar emak-emak kesundulan yang super sibuk bisa menyempatkan membaca ayat suci al-qur'an setidaknya sebulan bisa dapat 2 juz. Jadi kalau dihitung kira-kira kami harus menamatkan setengah juz seminggu. Lho kenapa nggak one day one juz saja sih? Memang targetnya nggak yang muluk-muluk dulu, karena visi misi awalnya memang yang penting membiasakan membaca al-qur'an dulu. Tapi kalau semisal dalam seminggu bisa menamatkan lebih dari setengah juz tugasnya ya nggak masalah sih, begitu kira-kira yang saya tangkap. Hehe ...


Nah, namanya niat baik itu ya, meski dikasih jalan paling gampang pun ada saja alasan untuk menunda-nunda. Saya sendiri sempat tertunda alias hutang beberapa juz lantaran saat itu haid saya kacau. Tiba-tiba saja haid selama dua minggu nggak kelar-kelar, lalu tiba-tiba setelah dapat obat saya berhenti haid eh nggak lama haid lagi. Setelah selesai haid, belum sebulan, eh lagi-lagi si bulan nongol lagi.

Okelah, bersyukur, founder (penggagas) komunitas itu mbak Meri bisa memaklumi kondisi saya. Kalau kata Mbak Meri yang penting jangan lupa hutangnya dibayar.

Di komunitas tersebut nggak ada namanya sanksi, semua kesadaran diri sendiri, karena kalau mau baca yang untung ya kita sendiri. Nah yang rugi ya diri kita sendiri.

Saya pun tiba-tiba tersadar, saking sok sibuknya saya riwa riwi beberapa minggu ini hutang bacaan saya lagi-lagi bertumpuk.

Kondisi mertua yang sakit berminggu-minggu, jujur membuat saya down, lantaran saya harus pasrah LDR dengan suami. Dengan segudang alasan, mulai saya sementara menemani mertua dulu, karena suami nggak bisa cuti lama-lama, sampai demi hemat biaya biar budget nggak bengkak kalau suami mau pp nengokin mertua. Iya karena kan kalau kami riwa-riwinya bareng-bareng biayanya bisa lumayan. Maklum anak-anak sudah bayar full. Duh gini banget ya rasanya jadi emak-emak kesundulan.

Kalau boleh jujur kondisi ini membuat saya baper-sebapernya. Tapi saya bisa apa? Saya cuman bisa pasrah berdoa kepada Allah SWT agar kami bisa segera berkumpul kembali. Adakalanya saya sebal ketika ada kerabat yang dengan seenaknya memberi komentar, biar saya di sana saja menemani mertua saya yang sakit. Tidak, bukan saya tidak mau menemani menemani mertua, karena sejujurnya melihat kondisi mertua saya pun tak tega. Tapi saya juga harus memikirkan kondisi anak-anak yang butuh figur ayahnya dalam keseharian. Saya pun sempat protes ke suami, jika memang saya harus merawat mertua nggak masalah, saya ikhlas kok, tapi syaratnya saya ngerawatnya harus sama suami alias saya mau kumpul suami dan ayo dirawat bareng-bareng.

Kadang ketika saya harus menyetir mobil menuju rumah sakit tempat mertua dirawat saya benar-benar baper, dalam hati saya bertanya, "Ya Allah kapan kami bisa kumpul kembali. Cepat bikin sembuh mertua saya biar saya bisa kumpul suami bersama anak-anak."

Beberapa hari ini kebetulan badan saya terasa sakit di mana-mana seperti nggak ada tenaga. Saya pun sempat meminta suami untuk tidak menengok mertua ke RS, karena badan saya lagi komplain nggak kuat diajak nyetir terlalu jauh. Mungkin saya sedang down.

Di saat sedang down ini, seperti hari ini saya mencoba melanjutkan bacaan Al-qur'an saya. Alhamdulillah setelah membaca beberapa lembar halaman, hati saya terasa lebih tenang. Hari ini saya bisa menyelesaikan bagian saya di Juz 11 part 2. Artinya minggu depan tugas saya adalah mulai Juz 12.

PR bagian baccan Al-Qur'an saya yang sempat menumpuk di minggu ini akhirnya kelar juga. Padahal tadinya saya kira, saya bakal menumpuk hutang lagi untuk minggu depan. Hehe ...

Harapan lainnya, dengan membaca Al-Qur'an ini anak-anak saya akan menduplikasi kebiasaan saya membaca Al-Qur'an. So far anak-anak memang belum saya ajarkan membaca huruf hijaiyah. Tetapi saya mulai mengenalkan sedikit demi sedikit. Anak-anak juga mulai otomatis meminta saya membacakan doa sebelum makan atau sebelum tidur kalau saya lupa belum membaca, dan biasanya mereka akan mengikuti bacaan saya, seperti tadi siang ketika si kakak minta makan siang (lagi) kakak langsung otomatis mengikuti bacaan doa sebelum makan yang sedang saya baca. Subhanallah, semoga jadi anak shalehah ya nak. Amin.

#day10
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

No comments:

Post a Comment