Tuesday, November 21, 2017

Tuhan, Please ... Bantu Aku ...

Tuhan ...
Aku rindu ...
Ingin berkumpul dengan keluarga kecilku ...
Aku rindu mendengar canda tawa anak-anakku menyambut ayahnya pulang kerja ...

Tuhan ...
Aku berusaha mengabaikan semua permasalahan yang ada ...
Aku pura-pura melupakan semua tantangan yang ada ...

Sejujurnya bahkan ada hampa dalam tawa ...
Ada sedih dalam hati ...

Tuhan ...
Sesungguhnya aku mulai kesal ...
Tapi bukankah aku harus belajar sabar ...

Sabar ketika aku harus berjauhan dengan yang terkasih di hati, demi sebuah nama bakti ...

Tuhan ...
Aku tahu mengeluh pun bukan menjadi sebuah solusi ...
Bahkan tak ada yang tahu bagaimana perasaan hati ini ...

Ketika semua bertanya, apakah aku akan seegois itu meninggalkan mertuaku yang tak kunjung membaik?
Hanya demi sebuah keinginan berkumpul kembali bersama keluarga kecil kami ...

Ketika semua bertanya dengan semena-mena, apakah tidak sebaiknya aku tinggal di sini saja menemani mertua?

Mereka tak pernah tahu,
Bagaimana kosongnya hati ini, ketika bahkan suami tiba maka ada hak kami yang tersita ...
Tapi atas nama bakti, aku mencoba mengalah ...

Mereka tak pernah paham,
Sudah seberapa banyak visi misi keluarga kami yang terlewatkan semua ...

Bahkan mungkin mereka pun tak peduli,
Betapa sulitnya kami mencari solusi atas keadaan ini ...

Tuhan ...
Kadang hatiku protes menjerit ...
Bukan seperti ini yang kami inginkan Tuhan ...
Sering aku iri melihat mereka yang seperti tak perlu ambil pusing dengan permasalahan yang ada ...
Kadang aku bertanya, apa mereka memang hidupnya terlalu sempurna tanpa sebuah masalah ...

Tapi lagi-lagi hatiku mengingatkanku ...
Mereka bukan hidup tanpa masalah ...
Mungkin bahkan masalah mereka lebih pelik ...
Hanya mereka lebih bisa menyembunyikan semuanya ...

Kalau sudah begitu ... Ah apalah aku ...
Hanya malu yang kutahu ...
Karena merasa aku terlalu rapuh ...
Saking rapuhnya aku, sampai aku belajar abai akan yang ada dihadapanku ...

Aku mencoba menyibukkan diriku,
meski akupun tak tahu
apa yang ku lakukan, karena hati dan pikiran sedang tak di situ ...

Aku mencoba menaikkan semua ambang rasa kecewaku,
Hingga aku melupakan alarm tubuhku ...

Terkadang terselip pilu dalam tawaku ...
Selalu ada rindu di setiap malamku ...
Yang coba kulupakan dari lubuk hatiku ...

Hanya tulisan-tulisan tak beraturan yang menghiburku ...
Bahkan kadang aku pun mentertawakan semua itu ...
Agar hatiku tak semakin pilu ...

Tuhan ... Tolong bantu aku ...
Bantu aku mencari semua solusi dari masalah itu ...
Ajari aku untuk bisa memecahkan semua masalah itu ...

Lahaula wala quwwata illah billah hil alliyyil adzim

Katakan pada masalah, "Hai masalah aku lebih besar dari mu ... dan aku masih punya Tuhan yang lebih besar dariku ..."

Gresik, 21 November 2017
Vety Fakhrudin

Seorang Ibu, yang belalajar menjadi teladan untuk anaknya.
Seorang istri, yang belajar menjadi sholehah untuk suaminya.
Seorang menantu, yang belajar berbakti kepada mertuanya.
Seorang anak, yang belajar memahami arti sebuah pendewasaan dari orang tuanya.
Seorang wanita, yang belajar tegar dari semua cerita teman-teman dan sahabat-sahabatnya.

1 comment:

  1. semoga menjadi istri yang sempurna untuk keluarga, walau tidak sesempurna istri nabi muhammad sallalahiwassalam.

    ReplyDelete