Wednesday, January 17, 2018

Belajar Memahami si Adik

Sudah hampir 2 minggu ini, kami mendapat tugas dari kelas bunsay Level 7 Institut Ibu Profesional untuk mengamati minat dan bakat anak-anak, agar kedepannya kami sebagai orang tua bisa fokus mensupport minat dan bakatnya dengan tepat.

Di sela-sela mengamati tersebut, saya baru sadar tentang keunikan si adik.

Yang paling mencolok, si adik ini ternyata jago nga-les. Jadi seperti hari ini, semisal kami sedang beres-beres mainan yang berantakan, si kakak biasanya akan semangat untuk ikut membereskan, ya meski awalnya dia masih malas-malasan.

Sebaliknya si adik, di sela-sela kesibukan kami, dia malah sok sibuk mengerjakan hal lain.

Ketika saya tegur, biasanya dia akan menjawab dengan berbagai alasan, semisal :

- Bentar mam ... Aku masih benerin ini lho ← Padahal dia cuman muter-muter saja 😂😅

Atau

- Bentar mam ... Tunggu ... Ini lho ... ← Ternyata pas saya lihat, lah dia cuman lagi mantengin mainannya 😂

Eaaaaaa ... Gemes sih ya lihatnya ... Tapi di sisi lain sebenarnya saya jadi banyak memperhatikan, saya menebak-nebak ini jago nga-les ini enaknya diarahkan kemana biar bisa jadi bakat yang positif 😅

Tak sampai di situ, saya sering melihat si adik ini suka "mbanyol" alias ngelawak ... Pas kami lagi sibuk atau serius ngapain gitu. Eh dia malah pasang muka usil ... Otomatis, seketika itu kami jadi pengen ketawa ...

Belum lagi kalau saya lagi marah ... Suka sekali dia pasang melas sambil bilang, Adik sayang mamam ... Eaaaaaa meleleh meleleh deh ... 😅

Si adik ini sekilas memang belum nampak minat dan bakatnya, tapi meski demikian sudah nampak keistimewaannya.

Seperti sekarang, ketika saya lagi asyik nulis begini, saya lihat dia langsung ngeloyor ke kamar neneknya. Kirain mau ngapain, nggak tahunya dia minta dipijetin, sambil bilang, "Nek ... Aku capekkkkkk ..."

Eaaaaaaa 🤣😅

Oh iya beberapa waktu lalu, kakak adik sempat rebutan jajan. Si adik kekeuh nggak mau kasih jajannya dengan alasan tinggal dikit.

Duh si adik ini ya, memang saya lihat dia ini bisa dibilang sedikit pelit 🤣😅

Awalnya saya sih nggak mempermasalahkan, karena katanya kan kalau usia se adik pelit artinya mereka sedang belajar mempertahankan haknya 😂

Hanya makin lama, jujur kami sebagai orang tua sedikit terganggu, karena adakalanya adik minta ke kakaknya jajan, sama kakaknya dikasih.

Sebaliknya waktu kakaknya minta kok nggak dikasih. Kakaknya kan jadi protes.

Jadi ya sudah tugas kami memberi pengertian sejak. Beberapa kali kami sudah sounding. So far kadang dia mau berbagi kadang dia males.

Ya kayak yang dia bilang jajannya tinggal dikit, dia emoh berbagi. Jadi ya saya cari akal.

Okelah, saya pun bilang begini ke adik, "Oke adik bilang jajan itu tinggal dikit. Coba, mama pengen tahu itu jajan cukup nggak masuk ke mulut adik semua?"

Si adik saat itu juga sambil nangis demi mempertahankan haknya, memasukkan jajannya ke mulutnya 😅

"Masya Allah nih anak hebat bener ya ... " begitu pikir saya. Gimana nggak hebat dia tetep kekeuh lho masukin makanan ke mulut mungilnya biar nggak diminta kakaknya.

Lha tapi nggak lama, dia bilang, "Mammm kebanyakaaaannn ..."

Saya pun kemudian menjawab sambil tertawa geli, "Nah kannnn kebanyakan? Berarti banyak itu dekkkkk ..." 🤣

Bwakakakak ... Pas njawab gitu saya jadi mbatin, ah iya bener nih Allah nggak pernah salah kasih anak ke orang tua yang tepat.

Ya kayak cerita adik ini, kalau dipikir-pikir cocoklah emak sama anaknya sama-sama isengnya 😅
Gimana dong, ini adik kalau dikasih arahan serius malah kadang nggak didengerin, kan daripada malah bikin spanneng kan 🤦💆

Saya pun kemudian memberi masukan, "Masih cukup itu tadi harusnya kalau dibagi sama kakak kan!"

Si adik pun menjawab, "Iya mammm ..."

"Oke lain kali kalau adik punya jajan dibagi ya sama kakak. Toh kalau habis nanti dibeliin lagi." Begitu nasehat saya.

Yap saya setuju tiap anak berbeda, setiap anak adalah bintang keluarga, dan tugas utama orang tuanya lah untuk mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik.

1 comment:

  1. Nah jadi pr orang tua untuk bisa memahami setiap anak ya, Mbak :)

    ReplyDelete