Saturday, January 6, 2018

Semua Anak adalah Bintang

Fokus pada minat dan bakat anak, adalah cita-cita visi misi suami dan saya, dengan harapan ke depannya anak-anak bisa bertumbuh dengan bahagia, karena bisa bekerja dengan bahagia. Tapi pencarian minat dan bakat tersebut ternyata memang tidak mudah bagi kami, karena bahkan dengan usia kakak adik yang terlalu dekat, selama ini kami berusaha untuk menyamakan mereka agar tidak terjadi Sibling Rivalry.



Jadi inilah PR kami kali ini, agar kelak jangan sampai setelah mereka dewasa, mereka merasa salah arah karena kami keliru mengarahkan bakat dan minat mereka.

Dulu ada nasehat yang selalu berkata, "Cintailah apa yang kau kerjakan, Jangan hanya mengerjakan apa yang kau cintai!"

Sayapun dulunya setuju dengan nasehat tersebut, karena bayangan saya kita akan tersiksa jika kita tidak bisa mencintai pekerjaan kita. Faktanya untuk mencintai pekerjaan yang tidak kita sukai itu nggak mudah, karena sering ada hati nurani berbisik. Haha ...

Makin ke sini saya mulai dihadapkan dengan kenyataan, ternyata banyak juga orang yang bisa bekerja sesuai apa yang dicintainya, dan ketika mereka mengerjakan apa yang dicintainya semua terlihat membahagiakan untuk mereka, sehingga mereka bisa mengembangkan dirinya lebih lagi lagi dan lagi.

Saya mulai melihat fenomena ketika mereka mengerjakan apa yang dicintainya, maka dengan mudah mereka akan mencintai pekerjaannya.

Saya pun mulai berusaha memilah-milah dan mengamati apa yang menjadi minat mereka dari aktivitas sehari-hari.

Setelah beberapa waktu lalu saya mencoba mengikutkan si kakak kursus dancing yang kemudian tak lama diikuti sang adik, dan malah berakhir dengan keputusan stop saja kursusnya.

Lho kenapa?
Karena setelah saya perhatikan lama-lama si kakak malah malas-malasan waktu dancing. Padahal awal-awal dia semangat banget. Sedangkan adiknya di awal terlihat tertarik tapi setelah saya ikutkan kelas dancing malah nggak mau maju. Bwahahaha ...

Lha terus gimana? Ya sudah sih, saya diskusi dengan suami, dan kami sepakat untuk men-stop kegiatan tersebut. Nothing to loose. Toh anggap saja kami masih dalam pencarian.

Tapi saya lihat memang si kakak adik ini punya energi yang luar biasa. Saya sampai kalau cerita ke suami, nih bocil kok kayak pir gini ya mendal sana mendal sini 😅

Jadi akhirnya setelah kami mencari ke sana kemari kami memutuskan untuk mensupport energinya dengan kegiatan berenang di weekend.

Rasanya kok sayang kalau cuma main air. Jadi ya sudah sekalian kami ikutkan les renang. Hehe ...

Oh iya si kakak ini yang paling antusias sama air. Jadi selepas belajar berenang dengan pelatihnya, biasanya dia minta main air lagi di kolam anak.

Untuk jadwal berenang kami pilih seminggu sekali, jadi bisa menyesuaikan cuaca. Nah hari ini karena cuaca hujan deras jadi memang kursus renangnya di liburkan.

Lha terus? Sesuai request kami mengajak kakak adik main air dan pasir di pantai. Si kakak antusias sekali langsung melantai di pasir ketika ketemu pasir.


Adiknya bagaimana? Si adik seperti biasa masih agak-agak geli kayaknya sama tekstur pasir. Hihi ...

Tapi ya sudah sih, nggak lama-lama setelah lihat kakaknya asyik si adik malah tertarik ikut main pasir 😍

Oke dek lanjutkan, konon katanya memegang tekstur pasir bisa melatih motorik anak juga kan.

No comments:

Post a Comment