Friday, February 16, 2018

Diet Keto Bisa Bikin Mati? Hoax atau Fakta?

Siang itu seorang sahabat tiba-tiba mengirim pesan via wa pribadi kepada saya, konon katanya ia baru saja mendapat berita kalau ada pasien yang meninggal dunia karena diet keto. Ia juga melampirkan sebuah SS instagram story tentang berita tersebut. Lantas saya membaca sejenak ... Kemudian saya tersenyum, ya meski agak sedikit ngeri juga. Hehe ... Lho kenapa???


Jadi bener ya diet keto itu bisa bikin mati???


Oke sebelum lanjut, saya mau menggaris bawahi dulu, biar semua teman-teman nggak salah paham ya. Intinya tulisan ini saya tulis berdasarkan sudut pandang saya sebagai pelaku diet ketofastosis yang masih baru. Iya saya baru mulai start sekitar bulan agustus 2017. Jadi mungkin ada beberapa info yang saya belum bisa menjelaskan secara detail. Iya karena saya masih butuh upgrade ilmu dulu. Hehe ...

So di sini saya hanya ingin bercerita dengan bahasa yang paling sederhana saja ya ...

Sebenarnya sebelum saya benar-benar memutuskan yakin 100% akan melakukan diet ketofastosis (di sini selanjutnya saya akan menyebutnya diet keto saja ya biar nggak terlalu panjang nulisnya. hehe ...) ada seorang tetangga yang terkejut dengan pilihan saya. Lantaran waktu itu dia mendengar kabar kalau ada salah satu tetangga di kompleks kami yang terkena infeksi dan terkapar nggak bisa bangun karena diet keto. Nah saya kaget dong ... Agak keder juga ...

Tapi ketika saya tanya lebih lanjut, ternyata menurutnya ketika si pelaku diet ditanya siapa SIC/PIC nya, dia nggak bisa jawab. Suaminya ditanya katanya sudah nggak mau bahas tentang diet keto yang dijalani istrinya. Intinya pokoknya ngamuk lah ... Wahhhhh ...

Lha terus kenapa saya masih tetap nekad lanjut diet keto?
Embuh mungkin waktu itu saya memang sedang gila, hopeless karena ngerasa nggak ada harapan bisa langsing selain diet keto. Bwahahahaha ... Ya gimana ada harapan kalau saya tuh tipe yang gampang mengembang. Sarapan saja bisa bikin BB saya naik sekilo lho ...

Lho kenapa nggak coba metode diet sebelah yang sarapan buah pagi hari? Sejujurnya saya pernah nyoba sebulan dan BB saya semakin bertambah bengkak. Kok bisa? Embuh kayaknya memang saya salah juklak atau metode, yang jelas saya tuh kalau pagi sarapan buah malah diare berat ... Nah ini yang bikin akhirnya saya nyerah, karena kondisi saya kan ada bayi. Jadi sulit kalau saya harus bolak balik ke kamar mandi. Ditambah suami yang protes karena bahkan usus saya ini kok kayaknya nggak berdasar, gimana bisa berdasar kalau makan semangka segelundung saya belum kenyang. Bangkrut dah uang belanja mingguan ... Haha ... Nah karena itu akhirnya saya sering pilih nyerah makan siang di jam 11, soalnya kalau nggak gitu mulut ini bakal memamah biak melulu. Hehe ... Nah kan fix saya nggak ngikutin juklak makanya makin melar ...

Nah alasan saya awal milih diet keto ini, karena tertarik pas lihat ibu saya yang sudah mulai duluan BB nya turun 10 kg an. Wuihhh keren kan ... Jadi pas itu ya sudah saya bilang ke ibu pokoknya mau ikut dietnya beliau.

Cuman tertarik langsing saja? Nggak juga sih, karena pas itu ibu saya cerita sejak ikut diet keto, gula darahnya nggak pernah melonjak seperti sebelum-sebelumnya.

Alasan lainnya waktu itu pikiran saya simpel, toh kalau saya nggak diet badan saya makin melar bahaya juga untuk kesehatan saya. Padahal saya masih punya banyak mimpi terkait visi misi saya bersama suami dan anak-anak.

Iya dalam kamus saya memang nggak ada istilah biar gendut yang penting sehat. Gimana bisa sehat kalau di depan sana ada bahaya obesitas seperti osthearthritis yang konon disebabkan oleh lutut terlalu berat menanggung beban badan kita. Nah kan kalau sudah gitu siapa yang mau disuruh nanggung beban badan kita? Masak Dilan? Ya kali Dilan kan maunya nanggung bebannya si Milea yang langsing singset cantik. hehe ...

Belum lagi kemungkinan terjadinya insulin resistance syndrome, yang ujung-ujungnya kalau nggak salah bisa bikin diabetes. Duh ngeri ini, kebetulan kakek, ibu, dan mertua punya riwayat diabetes. Lalu ada juga perlemakan hati, yang mana hati kebungkus lemak jadi nggak bisa bekerja maksimal, endebra endebra ...

Jadi singkat cerita memang motivasi saya awal goalnya harus langsing biar sehat.

Nah tapi langsing saja nggak sehat sama juga bohong kan? Iya kalau sekedar langsing saja bisa kok kita pakai jalan singkat bulimia (usaha memuntahkan makanan yang kita makan). Tapi ... yang perlu diingat, emang situ mau mati karena bulimia ... Eh emang Bulimia bisa bikin mati?

Let's see kita pakai logika saja ya di sini, sudah banyak yang bahas tentang bahaya bulimia. Salah satunya asam lambung naik. Nah ini kalau nggak salah yang bisa bikin mengiritasi lambung juga. Pernah dengar orang dengan asam lambung mati? Duh, dari tadi bahasannya kok ngeri ya ...

Iya kebetulan dulu ibu pernah cerita kalau ada salah satu kerabat, yang lambungnya sobek, akhirnya semua makanan yang masuk keluar dari lambung dan membusuk. Sehingga, beliau akhirnya tidak tertolong. Ini penjelasan simpelnya sih ya, tapi saya yakin ada penjelasan secara medis yang bahasanya lebih mendetail nggak sesederhana logika saya. Hehe ...

Nah, jadi balik lagi ke cerita teman saya yang tadi heboh bilang kalau ada yang mati gara-gara diet keto. Bener nggak sih?

Saya sih melihatnya, kita nggak bisa menjudge begitu saja. Mungkin perlu sebuah penelitian, atau kroscek dan sebagainya.

Seperti ketika saya mencoba sharing dengan PIC saya (Eh PIC apa SIC ya istilahnya ... hehe). Namanya Pak Chandra. Dari penjelasannya pun hampir sama dengan yang saya pikirkan. Intinya Pak Chandra bilang, ya kita kan nggak tahu yang mati itu diet keto yang gimana.

Iya karena kan keto itu ternyata banyak singkatannya, ada yang bilang ketofastosis, ketogenic, atau ketoacidosis.

Nah kalau ketoacidosis ini yang biasanya kalau dalam dunia medis memang termasuk kondisi berbahaya.

Bagaimana dengan ketogenic. Sejujurnya dulu saya kira diet ketogenic dan ketofastosis ini sama. Kirain cuman beda di jam puasa saja. Iya dulu saya kira keduanya pakai juklak makanan yang sama, hanya kalau ketogenic kita nggak pakai puasa pagi, kalau ketofastosis pakai puasa pagi dulu. Jadi kalau seperti saya nih, baru boleh makan ya jam 12 siang, dan berhenti makan di jam 8 malam. Biasanya untuk beberapa teman senior bahkan ada yang sudah bisa memperpanjang jam puasanya. Jadi makan cuman sehari sekali. Kalau saya sih dulu sempat kuat memperpanjang puasa sampai jam 3 sore. Tapi kok ya gara-gara pindahan rumah saya cuman kuat puasa sampai jam 12 siang saja. Hehe ...

Berita yang dishare oleh sahabat saya itu sebenarnya ada benarnya, karena di situ ditekankan juga agar kita jangan ngawur kalau diet soalnya bisa fatal akibatnya. Nahhhh ini bener juga ... Sejak awal pun sepaham saya, diet keto ini memang berbahaya kalau kita jalaninnya asal-asalan.

Bahaya gimana???
Sebentar ijinkan saya menjelaskan pakai bahasa tersederhana saya saja ya ... Jadi intinya sepemahaman saya, memang asupan gula kita sebisa mungkin diminimalisir. Bahkan saking minimalisirnya asupan buah pun dibatasi. Kalau untuk yang seperti saya di fase induksi sudahlah jangan mimpi dekat-dekat buah. Haha ...

Lho kenapa? Ya karena setahu saya kita kan dietnya pakai tinggi lemak, nah lemak ini akan jadi berbahaya kalau berikatan dengan gula yang ada di dalam tubuh tadi.

Lho nggak makan gula emangnya nggak hipoglikemi? Nah ini fungsinya si lemak tadi sebenarnya ya apa lagi kalau bukan untuk menggantikan posisi gula sebagai asupan tenaga dalam tubuh kita. Termasuk untuk otak kita.

So far, saya sendiri memang pernah beberapa kali ngerasa pusing nggeliyeng, kalau sudah gitu biasanya saya langsung buru-buru nyari lemak. Hehe ... Lucunya karena memang sudah nggak makan gula, biasanya sinyal tubuh saya juga akan bunyi kalau tanpa sengaja saya kemasukan gula. Seringnya sih pusing juga ... Haha ... 

Sebenarnya untuk saya yang sudah mulai jalanin ketofastosis dari bulan agustus 2017 pun sampai saat ini bisa dibilang masih dalam status berbahaya. Lho kok bisa? Iya soalnya gula darah saya ndableg nggak mau turun. Jadi ya saya masih muter-muter di fase induksi saja.

Wah cheating ya kok gula darahnya nggak mau turun? Kalau saya bukan karena cheating, tapi karena saya sendiri belum bisa ngikutin juklak tidur tepat waktu jam 10 malam. Nah konon kurang tidur inilah yang bikin gula darah naik.

Eh tapi pernah juga sih karena kesalahan saya dalam memilih produk, yang ternyata harusnya itu nggak boleh untuk pelaku diet ketofastosis. Iya kan produk-produk yang dikonsumsi oleh pelaku diet ketofastosis menurut saya meman terbatas. Seperti contohnya whipped cream. Nah pas itu saya salah beli merk, jadi dapatnya yang ada kandungan gulanya. Cocok banget kan ... Haha ...

Nah kalau untuk yang katanya diet keto bikin mati tadi mungkin perlu dikroscek lagi. Ya simpelnya memang ada yang bilang, kan itu sudah takdirnya. Tapi ya kan nggak bisa senjeplak itu ngomongnya ... Hehe ...

Ya seperti yang disampaikan oleh Pak Chandra tadi, jadi yang ada di berita itu dietnya yang bagaimana? Apa mereka benar-benar melakukan diet keto sesuai juklak?

Saya lantas jadi ingat tante saya yang ikut diet keto, lalu tiba-tiba sakit nggak karuan. Waktu itu ibu saya merasa bersalah dan takut sama om, karena kelihatannya om marah. Ibu pun kali itu meminta tante untuk stop diet keto saya. Nggak usah dilanjut kalau memang nggak cocok. Tapi tante tetep kekeuh pengen diet keto. Setelah akhirnya eyel-eyelan nggak berujung, tante ngaku kalau dia memang baru saja makan mie pangsit semangkuk. Eaaaaaaaa ...

Itu kalau tante saya. Nah, ibu saya sendiri juga gitu kok. Sudah saya bilang sejak awal, kalau memang nggak kuat diet keto ya jangan separuh-separuh soalnya bahaya. Eh nggak tahunya masih ngeyel, lemak masuk tapi lainnya juga masuk. Otomatis jadinya badannya juga sakit semua. Kalau sudah gitu siapa yang salah. Eaaaa ... padahal banyak orang tahunya beliau diet keto. Hehe ...

Nah itu kalau cerita diet keto tante dan ibu saya. Lha gimana dengan saya? Ya seperti saya bilang tadi so far memang gula darah saya belum turun karena saya belum bisa memenuhi standart jam tidur pelaku diet keto tadi. Lha terus gimana? Ya ini saya masih berusaha menyesuaikan sih ... Hehe ...

Soalnya menurut saya sayang banget kalau saya harus menyerah nggak lanjut diet keto ini, karena di saya memang ada beberapa perubahan ke arah positif. Yang kelihatan nyata sih memang sejauh ini BB saya turun sebanyak 25 kg. Start di angka 108 kg, sekarang BB saya ada di angka 83 kg. Sebenarnya PR nya masih banyak sih ... Soalnya kalau bisa maunya dapat angka 65 kg *maruk ... hehe ...


Hal positif lainnya, saya sekarang kalau makan nggak semaruk dulu. Iya lebih bisa mengelola nafsu pas ngadepin makanan. Contohnya dulu kalau saya pas main ke mall pasti ada saja alasan buat nyemil jajanan yang "kelihatannya" enak. Nah sejak diet keto saya jadi punya rem sih ... Soalnya musti mikir panjang kalau mau beli jajanan itu.

Kalau mungkin ada yang bilang, lho itu yang mati pelaku diet keto yang taat juklak kok, nggak pernah cheating. Nah ini balik lagi sih seperti yang disampaikan tadi semua itu takdir. Dalam artian begini, sepanjang yang saya lihat memang beberapa pelaku diet keto ada yang startnya dengan keluhan penyakit serta. Teman-teman ini biasanya menjalani diet keto sebagai ikhtiar untuk sehat. Kalau seperti itu konteksnya kita juga nggak bisa menjudge matinya karena diet keto kan. Bisa jadi mungkin karena sakit yang diharapkan sembuh tadi belum tercapai goal sembuhnya secara maksimal. Lho kenapa belum maksimal? Duh kan mbulet lagi ... jawabannya ya simpel tadi lho, karena mungkin ada beberapa juklak yang tidak bisa diikuti secara maksimal, karena sikon masing-masing individu itu berbeda.

Tambahan lainnya, seperti yang disampaikan oleh beberapa teman pelaku diet keto, bahwa sebenarnya diet keto itu juga pilihan hati kita. Jadi kalau kita nggak sreg ya nggak usah dijalani. Manusia kan dikasih akal untuk berpikir, jadi sebelum memutuskan akan melakukan diet apa, ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu. Sudah benarkah apa yang kita pilih. Sudah sesuaikah dengan kondisi kita ... dan masih banyak yang lainnya.

Paling penting lagi, kalau memang mau diet keto ya ikutin juklaknya, perbanyak diskusi dengan teman-teman yang lebih senior untuk upgrade ilmu, kalau ada yang perlu penjelasan detail nggak ada salahnya tanya-tanya PIC/SIC.

Oh iya, di keto sendiri saya melihat juga banyak tenaga medis yang ikut menjalaninya kok. Tersebab itu juga so far saya masih percaya kalau diet keto ini aman selama kita bisa mengikuti aturan mainnya.

Untuk alasan itu jugalah sebenarnya kenapa kalau ada teman yang minta ajarin saya diet keto, saya selalu menolak. Maaf bukan saya sombong atau nggak mau berbagi ilmu, tapi saya sendiri ini masih newbie yang masih harus banyak belajar. Nah kalau mau diet keto ya hayuk lah nanya-nanyanya ke yang lebih senior dan terstandart jalaninnya.

Ada seorang teman yang bilang, emoh nggak mau, maunya sama saya saja. Lha kan ... sudah dibilang jangan belajar ke saya, soalnya saya takut nanti malah nyasar bareng saya. Hehe ...

Oh iya untuk penjelasan sederhana dari Pak Chandra, berikut saya kutip dari chat beliau, waktu saya tanya terkait berita pelaku diet keto yang meninggal itu ... 

Sebenarnya banyak teman2 yg keto, tetapi keto yg spt apa?.

Dalam ketofastosis, kita diajarkan utk membatasi kalori yg masuk.
Apapun yg kita konsumsi, baik itu lemak, protein maupun karbohidrat, jika berlebihan akan menimbulkan elektron leak. Elektron bebas, radikal bebas.

Dalam KF, krn kita tinggi lemak, seharusnya kita harus rendah karbohidrat.
Apa akibatnya jika tinggi lemak, tetapi glukosa kita tinggi?
Seperti yg dijelaskan pak tyo dlm seminar kemaren... glukosa akan diubah menjadi glycerol 3 phosphate.
G3P inilah yg membuat esterifikasi FFA menjadi TG (trigliserida).
Saat ketosis, TG harus rendah, jika TG tinggi berarti?, hehehe.
Selain itu glukosa tinggi, jg membuat glikasi (penyumbatan pembuluh darah), darah jdi kental, oksigen rendah. 

Nah, itu penjelasan simpelnya, sebenarnya masih banyak penjelasan lebih detail lainnya yang ditinjau dari sudut pandang medis. Hanya menurut saya bahasanya kok terlalu berat buat saya ... Maklum sudah mamak-mamak ... jadi daripada bikin otak nggerundeli sementara ini saya pilih yang paling simpel ini. Nanti sambil saya belajar dan baca-baca lagi biar bisa upgrade ilmu tentang diet ketofastosis ini ... Hehe ...

Sebagai catatan tambahan "Diet" sendiri memiliki banyak arti luas. Untuk sebagian orang diet identik untuk tujuan langsing saja. Faktanya "Diet" sendiri memiliki makna mengatur pola makan, salah satunya mengatur pola makan untuk tujuan sehat.

No comments:

Post a Comment