Thursday, April 19, 2018

Bercerita Biar Anak Doyan Makan

Jeng jeng ... Eaaaaaa baru nyadar kalau sudah lama nulis blog nya nggak serutin dulu. Maaf ya teman-teman soalnya mamak sundul yang satu ini lagi sok rempong banget deh. Oke jadi beberapa kali ada teman yang ketika melihat foto porsi makan anak saya katanya termasuk banyak.


Ah masak iya sih porsi segitu banyak 😅

Tapi kalau boleh jujur malah porsi makan anak-anak kami bisa dibilang setara dengan porsi makan kami yang lagi diet. Haha ...

Oia karena saya sendiri lagi jalanin diet ketofastosis rasanya nggak apple to apple juga kali ya kalau disamain sama porsi makan diet saya, wong saya nggak makan nasi. Hehe ...

Kalau ditanya apa rahasianya???
Sejujurnya saya agak bingung sih ya. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin kalau pas makan saya memang sering ajak mereka ngobrol berdiskusi.

Jadi salah satunya yang sering saya sampaikan adalah, makanan itu kalau nggak dimakan dia akan sedih, karena dia akan dibuang di sampah, jadi nasinya bakal nangis ngerasa nggak disayang sama mereka. Then saya juga pura-pura nangis ala-ala si nasi yang terluka hatinya karena terbuang sia-sia di sampah. Eaaaaaa ... 😂😅

Selain itu saya juga akan ceritakan bahwa nasi itu dibuat dari beras, beras itu kita beli pakai duit, dan duitnya itu didapat dari kerja ayah. Kan jadi semakin pilu bayangin ayah yang sudah bela-belain lembur biar dapat duit untuk beli beras eh tahu-tahu nasinya dibuang 😑

Mubadzir kalau buang-buang, saya juga bilang di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung yang kadang nggak setiap hari bisa makan nasi. Jadi kan sedih nanti ...

Tambahan lainnya, biasanya saya juga akan menyampaikan kesedihan saya kalau makanan nggak habis, karena artinya masakan saya nggak laku. Untuk saya yang nggak jago masak itu cukup bikin saya patah semangat untuk belajar masak. Haha yang ini maksa banget ya ...

Eh tapi serius kalau untuk urusan bisa nggak bisa masak ini si kakak sering kasih respon positif sih. Biasanya dia akan jawab, "Mama hebat masakannya enak. Kakak sukaaaaaaaa."

Sebaliknya walaupun masakan saya nggak enak, dia tetap akan kasih respon positif kok, dengan kalimat, "Maaaa maaf tapi masakan mama hari ini kurang enak ... Kakak kurang suka." Duh ngenes ya ... Nggak sih, biasanya saya tetap akan jawab, "Duh nggak enak ya ... Maaffffff ... Tapi tetap dihabiskan ya ... "

Biasanya saya juga akan berusaha berdiskusi sama si kakak sebagai perempuan kakak kalau bisa jangan pilih-pilih makanan. Apapun makanan yang ada tetap harus kita syukuri. Nah ini pernah sih kami ketemu sama pengemis yang minta-minta gitu, itu yang biasanya saya sisipkan ke cerita kami bahwa seperti pengemis itu misalnya dia masih harus minta-minta makanan.

Selain itu biasanya kalau senggang pas lagi buka-buka ig kan ada tuh feed ig badan kemanusiaan yang share gambar anak-anak terdampak bencana kelaparan nah itu biasanya saya selipkan juga di sela-sela waktu kami limpang-limpung selonjoran bersama untuk bercerita.

Jadi konsepnya mungkin suami dan saya lebih berusaha untuk memberi pengertian sudut pandang luas kenapa makanan harus dihabiskan, kenapa nggak boleh tersisa, dan nggak boleh dibuang-buang. Hehe ...

Begitu juga pagi ini, meski lauknya sederhana, dan penuh drama makanan sempat cuman dikemu di mulut, Alhamdulillah akhirnya dengan cerita-cerita tersebut makanan habis juga. Hehe ...

No comments:

Post a Comment