Tuesday, April 24, 2018

Cara Tampil Mempesona Meski Muka Pas-Pas an

Oke beberapa waktu lalu suami menawari saya untuk ikut lomba kartinian di kantornya. Tapi sejujurnya saya nggak pede. Jadi saya mengajukan syarat kalau boleh saya ikut tapi model anti mainstream. Atas kebayaan bawa pakai sepatu kets, boleh nggak? Lantas dia pun hanya terdiam terpaku mungkin ngilu lihat istrinya yang semakin mbelehar 😂😂😂


Duh ... Sejujurnya saya tuh paling nggak bisa pakai sepatu high heels tahu. Saya memang salah satu dari sekian banyak wanita anggun yang terlahir tomboy. Eaaaaaa ...

Jadi rasanya tampil anggun itu bukan ciri saya *ealaaaahhh piye toh karepe ... Bwakakakak ...

Okelah terserah intinya kartinian saya skipp saja. Tapi meski demikian ada yang mengganjal benak saya, kebetulan memang dalam waktu dekat akan ada banyak saudara yang menikah, dan saya kecipratan seragam brokat yang yahhh kurang lebihnya bakal kebayakan nih.

Cuman ya tadi saya males gitu kalau disuruh pakai sandal jinjit. Ogah ... Maunya saya pakai sepatu kets. Ya kan pakai sepatu jinjit itu udah biasa, jadi maunya nyeleneh pakai kets aja gitu biar bisa kelihatan mencolok kan.

Tapi ya kan sebelum eksekusi saya harus survey dulu dong. Jangan sampai niat hati cari panggung mencolok yang ada malah malu-maluin. Haha ...

Jadi di kesempatan pas bisa pegang hape saya minta pendapat ke teman-teman blogger kekinian yang punya spesialisasi di bidang fashion.

Hasilnya taraaaa ya meskipun sekarang sudah banyak yang memadu padankan kebaya dengan jins dan sepatu kets bagaimanapun saya tetap harus memperhatikan beberapa acuan ketika saya mau tampil nyeleneh.

Bahwa nyelenehlah di tempat yang benar agar kamu terlihat trendy bukan nggilani. Opo coba iki 😂

Iya salah satu teman blogger saya yang kalau ngomong suka cesspleng berasa kayak pakai cabai 30 biji langsung menjelaskan kepada saya dengan bahasanya yang ceplas ceplos. Sebutlah mbak Viky Laurentina *eaaaaaa... Dia memberikan gambaran yang sejujurnya saya masih harus buka kamus lagi karena saya nggak tahu istilah-istilah yang digunakannya. Haha ... Maap mbak Vick 😝✌️

Begini nih pesan Mbak Vicky,
"Pada akhirnya, semua selalu tergantung occasion, Vet. Tentang siapa yang ingin kamu mau buat terkesan dengan pakaianmu."

Wait mbak occasion itu apa? 😷

Oke setelah saya buka mbah google ocassion itu artinya special event atau peristiwa penting *catat ya Vet!

Terus ada banyak catatan (saran) lainnya dari Mbak Vicky yang akhirnya membuka mata batin saya tentang fashion, di mana :

Kalo kita datang ke gala dinner yang nuansanya sangat eksekutif, sebaiknya kebaya itu tetap berpadu dengan sepatu/sandal resmi.

Tapi kalau kita datang ke festival budaya, tak masalah kamu tabrakin kebayanya dengan sepatu kets

Contoh lainnya, menurut Mbak Vicky, kalo kita mau ketemu sama Martha Tilaar, pakailah sepatu resmi. Karena menurut beliau, berpakaian itu ya seperti itu mestinya.

Tapi kalau mau ketemu Ivan Gunawan, gak papa pake sepatu kets dengan kebaya juga, karena dia orangnya lebih trendy.

Diakui atau tidak bagaimanapun menurut mbak Vicky, pemegang keputusannya tetap kebanyakan orang-orang konservatif* yang nggak suka trend kreatif 😊

*Buka google lagi terus nemu istilah konservatif kurang lebihnya adalah orang-orang yang masih memegang nilai-nilai tradisional.

Jadi misal kalau acara Dharma Wanita. Pakailah sepatu resmi.

Sedangkan kalau acara outbound kantor. Pakailah sepatu kets. Gitu. 🙏

"Kecuali"...kalo suami kita direktur. Misalnya Mark Zuckerberg. Ya nggak apa-apa pake sepatu kets juga, wong dia pemimpinnya.

Ya wes mbak doain ya suami ku nanti bisa jadi direktur. Haha modus ini mah 😂✌️

La kalau untuk hadir ke acara pernikahan gimana?

Catatan dari Mbak Vicky, semisal pengantennya pake acara goyang maumere? Bolehlah pake sepatu kets.

Tapi kalo pengantennya duduk-duduk saja di pelaminan, pakailah sepatu yang menghargai pengundang acaranya 😊

Paling gampang lihatlah host acaranya. Kalo hostnya orangnya begajulan, ya boleh aja pake sepatu kets.

Tapi kalo hostnya kepingin acaranya rapi, ya ikutlah standar acaranya.

Itu kalo kita masih kepingin dihargai oleh tuan rumahnya lhoo 😊

Dan solusi untuk saya yang nggak suka sepatu girly, sarannya:
1. Pake flat shoes aja, tapi ujungnya sebaiknya lancip.
2. Pilih yang ada detail kembang, atau permata-permataan

Jangan pake:
1. Wedges. Sebab kakimu besar kaaan?
2. Sepatu boot. Karena ini mau pesta, dan pasti pestanya bukan tema koboy
3. Sendal japit. Kecuali sendal japitmu merk Loubotin.

Nah, padahal bayangan saya mau pakai sepatu boot kan. Ternyata kata Mbak Vicky itu nggak akan berhasil di saya, karena dia pernah ngelihat fenomena bahwa sepatu boot yang dipakai kelelep jariknya 😂

Terus jadi saya harus pilih yang mana nih? 😂😂😂

Saran lain dari saudara saya yang juga blogger, sebutlah noriko namanya. Dia juga bilang kalau sekarang dia sebisa mungkin memastikan konsep acaranya kalau dapat undangan. Ya misal kalau acara di rumah disesuaikan aja.

Iya juga sih ya jangan sampai kita udah pakai bulu mata badai 7 lapis eh nggak tahunya acaranya sederhana di rumah. Nah ini kan rasanya kayak gimana ya ... Niatnya mau cari perhatian tapi kalau terlalu mencolok jadinya malah kayak ... Errrrrr ... No komen deh ...

Oke jadi intinya yang perlu dibold dan digaris bawahi adalah : Mau seanti mainstream apapun kita, tetap harus lihat sikon 😷✌

Oia sebenarnya Mbak Vicky juga bagi link tentang batik sih. Artikelnya panjang, maunya tak ringkas tapi kok ya dowo jadi baca sendiri ya. Hihi ... Intinya sih di mana ternyata batik itu ada artinya. Jadi ketika kita memakainya dengan benar maka aura kita akan memancar dengan maksimal.

Ini saya coba sharing ama suami juga sih, dan suami cerita dia punya teman yang dia tahu orang jepang itu sangat menghargai motif apa jenis kain gitu. Jadi demi menghargai klien dia yang orang Jepang, si teman ini tadi sampai bela-belain punya satu baju yang harganya wow. Ya cuman buat kalau ketemu sama si client.

Terus abis baca-baca soal batik, plus sharing sama suami, saya jadi mikir oalahhh pantes ya orang-orang itu pada bela-belain beli batik mahal, sebab ada alasan utamanya sih. Salah satunya ya untuk menghargai client, simplenya biar bisnis lancar. Hehe ...

Saya pun lantas mbatin, duh berarti saya salah nih selama ini punya mindset beliin batik itu yang murah-murah aja, yang penting kan batik nggak ada bedanya ini 😷✌️

Lah itu kalau ketemu client yang tahu batik bisa berabe urusan bisnisnya soalnya si client jangan-jangan ketawa ngakak di belakang 😐✌️

Oia sebenarnya mbak Vicky juga bagi tips ke mas Ihwan soal penampilan makai jam tangan sih. Tapi saya pas nggak nyimak detail. Haha ...

Duh ternyata fashion itu kalau didalami maknanya luas ya, nggak sekedar tampil trendy gitu aja, karena trendy akan jadi nggilani kalau nggak tahu kondisi 😐✌️

Then pada akhirnya saya menyadari harus mulai belajar fashion demi mendukung karir suami. Seenggaknya meski muka pas-pas an tapi tetap bisa mempesona. Ya kali lagi jalan sama suami jangan sampai malu-maluin karena ketemu sama client atau mungkin rekan kerjanya. 😐

1 comment:

  1. Muantaaapp mak vet.. aku juga lagi on proses mendalami fashion.. PD sih ada (kalo di rumah).. eee kalo dah ketemu orang yang lebih fashionable, mindeeerrr deh.

    ReplyDelete