Wednesday, May 30, 2018

Berapapun Anak Kita, Kita Akan Menjadi Orang Tua Baru

Kita akan selalu menjadi orang tua baru di setiap kehadiran buah hati kita ke dunia.


Iya karena kita akan selalu mendapat pengalaman baru di setiap kehadiran mereka di tengah kita.


Dulu jaman hamil si kakak, mual kayak apa, emaknya mau ngebo ya bodoh amat. Giliran hamil si adik, emaknya harus jungkir balik nahan mual sambil nguber si kakak yang lagi ngalami fase GTM alias gerakan tutup mulut 😅

Emaknya disupport bapake jadi harus benar2 belajar teori parenting "kesundulan" yang faktanya kadang teori ga sejalan dengan praktek di lapangan 😐

"DULUKAN SI KAKAK DULUAN BIAR KAKAKNYA NGGAK JEALOUS!!!" begitu kira2 teori yang pernah saya dapat.

So far aman ketika si adik masih bayi, tapi pas si adik bertumbuh ya kan dia juga minta diperhatikan. Ini yang kayaknya sempat miss di saya.

Jadi saya sempat yang kesel sama si adik karena merasa kok ya si adik ini "nggak bisa diatur kayak kakaknya sih!!!"

Nggak sampai di situ, bapake pun yang biasanya bisa sabar ngadepin kakaknya mendadak jadi kayak macan kalau ngadepin adeknya!

Sayangnya respon nggak sabar ini kok ya nggak jadi solusi, yang ada emak bapaknya malah istighfar mulu 😅

Untungnya semua belum terlambat untuk terus belajar. KOREKSI KOREKSI KOREKSI!!!

Saya masih ingat ketika menegur suami yang tiba-tiba galak ke adik, sambil bilang, "Eh katanya nggak baik terlalu galak ke anak. Nanti malah mental lho. Jangan-jangan anak malah kabur nyari ketenangan di luar."

Nah lho nah lhooo ... Terus gimana???

Ya sudah kami pun mulai mencoba mengoreksi apa yang salah dari kami. Apa yang harus kami perbaiki???

Mereka kan sama-sama anak ceweknya toh??? Tapi kenapa kok dari segi sifat mereka beda???

Ya iyalah beda, karena setiap anak pasti punya keunikan dan keistimewaan masing-masing. Begitu juga dengan kakak adik ini, setelah kami perhatikan kami pun menemukan banyak self reminder.

Contohnya ketika kakak lahir, bisa dibilang kami bisa 100% mencurahkan fokus perhatian kami ke kakak.

Lantas bagaimana ketika adik lahir??? Nahhhhh kan ...

Kami pun seperti mendapat jawaban, bahwa respon yang diberikan adik selama ini sebenarnya adalah salah satu bentuk protes cari perhatiannya kepada kami.

Jadi iya dia itu kadang usil, mungkin bentuk dia cari perhatian, lalu kadang mbedodot ngambeg nggak jelas penyebabnya, ya mungkin itu bentuk protes dia saja. Lah bisa dibayangkan kalau respon kita malah ngamuk-ngamuk ngomel nggak jelas apa jadinya???

Jangan-jangan dia bakal mikir, "Ah kakakku anak emas ibuku atau ayahku!!!" Nah lho nah lho ... Padahal asli sejak awal kami sepakat nggak akan ada istilah anak emas buat kami, karena semua anak kami adalah berlian berharga untuk kami.

Jadi gimana???
Ya wes kami belajar terus dan terus sambil mencoba memperhatikan kelebihan masing-masing buah hati kami.

Ya memang ternyata mereka memiliki kelebihan masing-masing, yang mana seharusnya tidak perlu kami banding-bandingkan, dan nggak perlu kami paksakan untuk bisa sama.

Justru dari situ kami semua mulai belajar banyak hal. Seperti contohnya :
❤️ Kami sebagai orang tua belajar untuk bisa membagi cinta kami dengan adil.
❤️ Kami belajar untuk tidak membanding-bandingkan satu sama lain, karena ya kami sadar dibanding-bandingkan itu enggak enak!
❤️ Kami belajar tentang problem solving di setiap keputusan yang melibatkan keinginan kakak adik yang berbeda.
❤️ Kakak adik pun jadi belajar untuk tidak egois.
❤️ Kakak adik juga belajar bahwa terkadang apa yang mereka inginkan tidak harus bisa selalu dituruti, karena adakalanya mereka harus belajar empati satu sama lain.

Dan masih banyak hal-hal yang bisa kami pelajari dari mereka. Jadi kesimpulannya gimana? Ya sudah sih, iya mereka sama-sama perempuan, tapi tentunya mereka punya keunikan, keistimewaan masing-masing yang lebih menonjol. Sebisa mungkin jangan biarkan keistimewaan itu semakin tenggelam karena kita terlalu fokus dengan keistimewaan yang lain.

So far kami bersyukur akan hadirnya mereka di tengah-tengah kami. PR nya ya sudah jangan sampai bikin mereka menyesal dilahirkan oleh kami sebagai orang tua mereka yang masih harus banyak belajar kan.

Tidak ada yang terlahir di dunia ini tanpa suatu kebetulan, begitu pun mereka, kami yakin Allah sudah menyiapkan mereka untuk mengisi kehebohan hari-hari kami yang mungkin kadang masih mbelehar. Ya karena dari mereka kami jadi terus belajar untuk nggak mbelehar 😅

No comments:

Post a Comment