Monday, July 9, 2018

Sharing Pengalaman Naik Pesawat Saat Hamil Muda (Kembar)

Hamil boleh naik pesawat??? Kalau bayangan saya selama ini sih hanya kehamilan di atas 7 bulan yang nggak dibolehin naik pesawat dengan alasan takut mberojol alias lahiran di atas pesawat. Faktanya setelah googling dan baca-baca, kok katanya hamil muda termasuk yang rawan juga untuk naik pesawat. Waduh ... Lalu kalau terpaksa harus naik pesawat di usia kehamilan muda gimana dong??? Jadi kali ini saya ingin sharing pengalaman naik pesawat saat hamil muda agar tetap nyaman dan diusahakan Insya Allah aman.

Bismillah, Sehat Terus Ya Semuanya ...


Sebenarnya yang bahaya apa sih untuk ibu hamil muda yang naik pesawat??? Kalau dari konsultasi ke dokter yang saya lakukan beberapa waktu lalu terkait persiapan untuk naik pesawat di antaranya :
1. Faktor perubahan tekanan selama melakukan penerbangan
2. Faktor kelelahan. Tapi untuk yang ini dokter sendiri tidak seberapa kuatir kalau penerbangan tidak lebih dari 2 jam.

Terus saya malah baru tahu dari beberapa sumber kalau bahaya perubahan ini efeknya bisa luas. Beberapa di antaranya misal hubungannya dengan suplay oksigen pada pernafasan ibu hamil. Biasanya kan bumil kebanyakan kan nafasnya sudah engap, ya meski untuk ibu hamil muda mungkin sekilas logikanya belum engap karena belum gendut banget perutnya, tapi masalahnya tiap kehamilan kan berbeda. Saya sendiri memang merasakan saat hamil muda kakak-kakaknya dulu so far tarikan nafas saya pas ngaji oke, tapi untuk kali ini bisa dibilang bentar doang sudah ngos-ngos an.

Hal lainnya konon perubahan tekanan ini juga bisa berhubungan dengan dehidrasi. Nah, ini tentu berbahaya juga untuk ibu hamil yang mengalami mual muntah parah kan ...

Oia selain kelelahan dan faktor tekanan, ternyata mual muntah pada ibu hamil juga menjadi faktor pertimbangan keamanan dan kenyamanan selama penerbangan. Alasannya sederhana, karena untuk kondisi normal tidak hamil saja ada beberapa orang yang mengalami mabuk perjalanan. Hal ini tentu akan menjadi parah untuk kondisi ibu hamil dengan basic mabuk perjalanan udara ditambah kondisi mual muntah saat hamil muda.

Oke jadi mau nggak mau kalau terpaksa  harud naik pesawat ya kita harus melakukan beberapa persiapan kan ...


Baca Juga : Persiapan Mau Naik Pesawat Ketika Hamil Kembar Edisi Curcol


Nah prakteknya perjalanan udara kami kemaren meski diawali dengan nderedeg,  Alhamdulillah so far nyaman dan Insya Allah aman.

Oh iya sebenarnya perjalanan pesawat yang saya lakukan tempo hari termasuk perjalanan estafet yang melelahkan, karena setelah perjalanan dari Balikpapan menuju ke Bekasi dengan pesawat, saya masih harus lanjut melakukan perjalanan dengan kereta api ke Surabaya lanjut ke Lamongan. Kemudian setelah itu baru saya melanjutkan balik lagi ke Balikpapan dari Surabaya dengan pesawat. Jadi bisa dibayangkan gimana capeknya kan. Hehe ...

Sudah yang bagian capek-capek ini nggak usah diumbar di media sosial entar malah dapat respon mak jleb, soalnya dianggap egois. Hehe ... Tapi seperti saran beberapa teman ya sudah sih hanya kita yang tahu kondisi kekuatan dan kemampuan kita. Jadi seegois-egoisnya keputusan kita tetap harus mempertimbangkan banyak hal  terbaik dari yang paling baik juga kan.

Seperti hal-nya keputusan kami tempo hari tersebut dengan berbagai pertimbangan kami pun melakukan beberapa persiapan. Beberapa di antaranya :

❤️ Sebelum melakukan perjalanan dengan naik pesawat ke Jakarta, kami meminta surat rekomendasi layak terbang ke dokter kandungan kami.

Oh iya, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan selama perjalanan terkait kehamilan kita adalah :

1. Jangan berangkat terlalu mepet. Ini sebagai antisipasi prosedur di bandara saja sih. Kebetulan dulu dapat cerita seorang teman yang meski sudah mendapat surat layak terbang, sesampai di bandara dia harus menjalani pemeriksaan ulang di klinik setempat. Masalahnya dia datang terlalu mepet, jadi akhirnya dia ketinggalan jadwal penerbangannya.

2. Camilan untuk antisipasi selama di pesawat, terutama saat take off dan landing ya. Kebetulan kok ya pas naik pesawat menuju Jakarta ini, saya mengalami mual saat take off. Oh iya ini belum lagi ditambah episode rewel si kakak kecil (alias si adik) ketika take off. Jadi bisa dibayangkan gimana kondisi nano-nanonya saya ketika take off naik pesawat awal tersebut.

3. Cari formasi duduk ternyaman dengan si kakak-kakak dan suami. Berbekal pengalaman take off tersebut akhirnya waktu setelah take off saya tukar posisi dengan kursi suami. Begitu pun ketika saya naik pesawat sekembalinya ke Balikpapan
Oh iya formasi duduk yang kami pilih adalah 3-1. Dengan pertimbangan agar saya bisa dapat posisi duduk di dekat lorong, dan saya tidak perlu kuatir penumpang lain terganggu dengan keaktifan mereka selama duduk di kursi.

Kalau Perlu Sebaiknya Pilih Kursi di Awal

4. Posisi duduk nyaman. Kalau saya memilih duduk di dekat lorong, sebenarnya dengan pertimbangan kalau pengin muntah sewaktu-waktu bisa buru-buru ke toilet tanpa mengganggu penumpang lain.

5. Waktu perjalanan. Seperti saran dokter usahakan agar setelah melakukan perjalanan, kita bisa istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya.

6. Transportasi lanjutan. Nah seperti tujuan kami ke Bekasi, karena harus mendarat di Bandara Soekarno Hatta, jadi yang perlu dipertimbangkan adalah transportasi dari Bandara ke Bekasi, yang ternyata jaraknya cukup lumayan. Jadi sebisa mungkin cari transportasi yang nyaman, dan meminimalisir kelelahan. Kalau sudah seperti ini mungkin pertimbangan faktor low budget bisa disisihkan terlebih dulu. Dalam artian mahal sedikit nggak masalah yang penting aman, nyaman dan paling minim resiko. Terus tiba-tiba kami mendadak kayak orang iyes, dari Bandara ke Bekasi milihnya pakai taksi saja. 😅

Oh iya, yang penasaran tarif taksi dari Bandara Soetta ke Bekasi bisa intip di blog saya satunya ya : 

Estimasi Argo Taksi dari Bandara Soekarno Hatta ke Bekasi Tambun


7. Obat Penguat. Oh iya hampir lupa terkait dengan konsultasi yang kami lakukan dengan dokter kandungan terkait perjalanan kami ini, dokter sendiri akhirnya memberikan saya resep obat penguat kandungan yang dimasukkan per vagina, dengan alasan obat tersebut paling minim menimbulkan resiko efek samping mual muntah.

8. Direkomendasikan pakai popok dewasa. Haha ini sepele nggak sepele sih. Hanya karena pengalaman saya setiap hoek selalu tanpa sengaja ngompol dikit-dikit, ya sudah sih saya cari aman saja pakai popok. Sebenarnya untuk urusan ngompol ini tergantung kondisi kehamilan juga ya, karena tak dipungkiri ada beberapa ibu hamil yang bersin atau batuk saja bisa ngompol. Ya gimana nggak gampang ngompol kalau tempat kandung kemihnya ketekan rahim yang mulai membesar. Terutama untuk ibu hamil janin kembar biasanya memang rahimnya lebih cepat besar ketimbang hamil tunggal.

Saran dari Beberapa Sahabat Kalau Perlu Cari Popok Dewasa Berbentuk Pants Biar Nggak Ribet. Hehe ...
Sumber Photo : Mak Agus Komunitas Sundul

Oia faktanya popok ini berguna banget, karena ternyata ketika landing di Bandara Soekarno Hatta, meski pesawat sudah landing tapi untuk benar-benar berhenti dan parkir membutuhkan waktu yang lama. Ini saking luasnya bandaranya kayaknya ya. Jadi bisa dibayangkan kalau kebelet pipis gimana rasanya kan. So far saat itu ada beberapa penumpang ya bolak balik usaha minta ke toilet tapi ditolak pramugari karena pesawat belum benar-benar berhenti. Saya sendiri sih nggak sampai ngompol, tapi setidaknya hati tenang nggak was-was meski kebelet pipis dan belum ketemu toilet. Hehe ...

9. Jarak jalan kaki yang harus kita tempuh selama di bandara. Ini sebenarnya sesuai saran beberapa teman yang punya pengalaman hamil kembar. Jadi biar nggak capek-capek kebetulan bandara Soetta kan memang luas sekali ya, jadi disarankan kalau bisa jangan jalan kaki, tapi gunakan kursi roda saja. Cuman karena saya bawa dua balita, jadi suami nggak mungkin juga dorong saya di kursi roda. So awalnya saya sempat nekad mau jalan kaki saja. Tapi ternyata di dalam bandara situ tersedia kendaraan yang mau mengangkut penumpang dari tempat terdekat setelah kita keluar dari pesawarlt ke tempat terdekat pengambilan bagasi. Ini semacam kayak mobil golf gitu sih. Apa ya namanya ... Haha ... Jadi so far meski nggak pakai kursi roda, tetap aman karena kami nggak perlu jalan terlalu jauh.

Maaf Saya Norak Nggak Tahu Nama Kendaraannya 😅

10. Jangan lupa selalu berdoa, dan yakin bahwa Allah akan selalu memberi solusi mudah di setiap perjalanan kita, selama kita melakukan perjalanan tersebut dengan niat yang baik juga.

Saran tambahan dari beberapa teman, sounding positif terus untuk diri sendiri dan bayi-bayi yang ada dalam kandungan kita. Insya Allah kita diberi kehamilan dan janin-janin yanh sehat juga kuat. Amin 😍🙏

❤️ Oh iya sesuai saran dokter, sebenarnya ini alasan kami dari Bekasi ke Surabaya-nya menggunakan transportasi kereta api. Sebab untuk memberi jedah saja sih.

Jadi waktu itu saya melakukan perjalanan dari Balikpapan ke Bekasi hari Kamis sore. Start jam 3 sore dari rumah, total perjalanan sampai tiba di hotel (di Bekasi) sekitar pukul 10 malam. Lumayan juga ternyata ya.

Lalu karena Jum'at dan Sabtunya masih ada acara, jadi kami pilih hari minggu untuk perjalanan ke Surabaya dengan kereta api. Kemudian langsung lanjut ke Lamongan dengan menggunakan taksi lagi, tentunya setelah kami selonjoran sesaat di stasiun sambil menikmati hangatnya pop mie ditemani es teh tawar dingin. 😂😅

Biar Pegelnya Nggak Maksimal, Jadi Naik Kereta Apinya Dinikmati Banget 😂😅

Kali ini asli pegelnya maksimal ya karena ya estafet abis perjalanan ada acara tadi dan masih lanjut perjalanan lagi. Jadi kami memutuskan setibanya di Lamongan kami mau selonjoran dulu beberapa hari sebelum kemudian seminggu setelahnya, kami melanjutkan perjalanan balik ke Balikpapan dengan jadwal penerbangan minggu pagi pukul 6.10.

Asli ya kalau bisa better jangan pilih penerbangan pagi banget, dengan pertimbangan jungkir baliknya menuju bandara tadi. Tapi apa daya waktu itu pilihannya hanya sisa pagi sekali, atau malam sekali. Jadi ya sudah kami pilih pagi, sebab kalau pilih malam, kami kuatir tiba di Balikpapan terlalu larut malah bikin kami terutama saya jadi makin lelah maksimal.

❤️ Tambahan lainnya, sebelum melakukan perjalanan kembalik ke Balikpapan dengan naik pesawat, tak lupa kami juga melakukan konsultasi ulang dan meminta surat rekomendasi layak terbang dari dokter kandungan setempat.

Sebab kami melakukan perjalanan hari minggu, maka kami menyempatkan hari jum'at untuk meminta surat rekomendasi terbang dari dokter kandungan.

Oh iya sesuai informasi dari salah satu maskapai penerbangan, surat rekomendasi ibu hamil layak naik pesawat ini biasanya maksimal hanya berlaku 1 minggu dari tanggal yang tertera di surat tersebut. Jadi memang sebaiknya nyari suratnya mending dekat-dekat dengan jadwal penerbangan kita saja sih. Biar suratnya nggak sia-sia ya ... Hehe ...

Satu lagi juga nasehat dari dokter kepada kami, kurang lebihnya begini, "Nah karena ibu tau hamil kembar ini termasuk kategori kehamilan beresiko sejak awal, jadi ibu jangan capek-capek sebaiknya lebih banyak istirahat di rumah ya ..."

Siap dokter, Insya Allah diusahakan nggak sering-sering kelayapan kok dok. Lagian gampang capek juga ternyata. Hehe ...

1 comment:

  1. Syukurlah kalo baik-baik saja, dibawa happy & santai aja kak.
    Awal awal hamil emang kerasa lemes banget. Pas ikutan event ditanyain sama temen-temen kok mukanya agak pucet gitu padahal ga mual & udah makan sebelumnya. Ya begitulah

    ReplyDelete