Friday, September 28, 2018

Surat Ijin Terbang Untuk Ibu Hamil Kembar

Sebenarnya perlu nggak sih, ibu hamil minta surat ijin terbang ke dokter ketika akan naik pesawat? Kalaupun perlu usia kehamilan berapa bulan ibu hamil sudah harus mengantongi surat ijin terbang dari dokter kandungan? Kalau hamil kembar bagaimana?
Informasi Tentang Aturan Ibu Hamil Yang Akan Melakukan Perjalanan dengan Pesawat
(Sumber : Dok. Pribadi)

Dulu ketika hamil ke dua, pernah sekali saya melakukan penerbangan saat usia kandungan sekitar 7 bulanan. Tapi karena memang body saya yang bongsor, waktu itu suami sering godain saya, katanya saya mah nggak perlu minta surat ijin dokter, paling nggak kelihatan juga kalau lagi hamil. Haha ...

Tapi emang iya sih waktu itu, dokter kandungan juga sempat ngomong gitu waktu saya kontrol minta surat ijin terbang. Kata beliau, body saya nggak kelihatan kalau lagi hamil, toh saya juga sering pakai baju "gombrong" alias kedodoran jadi nggak kelihatan sih.

Benar saja sih waktu itu ketika surat ijin terbang saya berikan ke petugas, sama petugas kayak yang dicuekin gitu. Haha ...

Nah, cuma pengalaman itu berbeda sama yang sekarang ini. Saya masih ingat, awal saya terbang dari Surabaya ke Balikpapan, waktu itu aslinya saya malah nggak tahu kalau lagi hamil, wong belum telat haid juga. Tapi tiba-tiba pas check in, saya ditanya sama si mas petugas di counter check in, "Ibu nggak lagi hamil kan?"

Spontan saat itu saya jawab sambil ketawa, "Belum sih mas ..."

Eh tapi si mas diam bentar, terus nanya lagi, "Benar kan ya buk tapi ibuk belum hamil???"

Saya ditanya gitu ya agak heran terus jawab agak ragu, "Errrrr belum tahu juga sih mas, soalnya belum test pack." Huahahaha jawaban jujur banget ini 🤣🤣🤣

Tapi gara-gara pertanyaan itu saya jadi nanya dalam hati, "Kok bisa-bisanya ya masnya ngira saya hamil??? Apa ada aura hamil di saya???"

Saya jadi mbatin, "Jangan-jangan bener saya hamil." Ini gara-gara saya ingat sudah hampir semingguan itu saya gampang lapar. Kebetulan kan waktu itu saya lagi jalanin ketofastosis, nah biasanya saya tuh kuat puasa sampai minimal jam 12 siang, tapi emang akhir-akhir itu saya cuman kuat sampai di jam 10 pagi, kadang malah mentok jam 9 pagi. Aneh kan??? 🤔

Oke, singkat cerita akhirnya setelah ditebak hamil sama si mas petugas check in dan mempertimbangkan beberapa sinyal, saya beranikan test pack. Alhamdulillah ternyata memang benar hasilnya positif.

Nah, pas usia kehamilan 13 minggu kebetulan saya memang harus terbang ke Jakarta. Waktu itu suami sih bilangnya nggak perlu minta surat ijin terbang, toh belum kelihatan juga.

Cuman, saya waktu itu ngeyel tetap minta sih, karena sejak awal periksa kandungan, dokter sudah bilang kalau saya hamil kembar, dan setelah baca-baca katanya hamil kembar sebenarnya termasuk kehamilan beresiko, jadi ya sudah saya nggak mau ambil resiko.

Iya waktu itu saya belum tahu sebenarnya sejak usia kandungan berapa bulan ibu hamil diwajibkan bawa surat keterangan alias surat ijin terbang dari dokter.

Nah, sebenarnya kalau dari dokter kandungan sendiri saya belum sempat tanya sih, usia kehamilan berapa bulan minimal saya harus minta surat keterangan ijin terbang untuk ibu hamil, tapi yang jelas waktu itu ketika awal minta surat dokter memang dokter sepertinya sempat sedikit ragu ketika akan memberikan ijin, mengingat saat itu usia kandungan saya masih masuk TM pertama.

Sebelum memberikan ijin dokter sempat menanyakan tujuan saya melakukan penerbangan tsb. Intinya mungkin menanyakan seberapa pentingnya perjalanan tsb. Jadi kalau nggak penting-penting banget kayaknya nggak bakal keluar sih surat ijinnya, hehe ... Tapi berhubung memang alasannya penting, ya sudah sih akhirnya dokter kasih ijin, dengan syarat dan ketentuan berlaku alias dikasih beberapa obat penguat kandungan juga diminta agar tidak melakukan perjalanan langsung pp, plus dikasih tambahan obat pereda mual untuk ibu hamil buat jaga-jaga seandainya selama perjalanan mengalami mabuk udara yang parah. Catatannya kalau nggak kepaksa banget obat mualnya nggak usah diminum.

So far Alhamdulillah perjalanan tsb lancar. Begitu juga saat akan melakukan perjalanan kembali, tentunya kami juga disarankan untuk minta surat ijin terbang dari dokter setempat.

Oh iya jadi sebenarnya kandungan berapa bulan sih kita perlu minta surat ijin terbang ke dokter???
Informasi tentang syarat ibu hamil untuk melakukan perjalanan dengan pesawat yang saya dapat dari web citilink

Nah, saya sempat dapat info dari salah seorang sahabat yang nekad nggak bawa surat ijin terbang dari dokter kandungan karena dikira masih belum perlu,  itu seharusnya malah usia kandungan 1 minggu saja sudah harus bawa surat keterangan terbang.

Jreng jreng jreng ... Lah terus kalau sudah terlanjur nggak bawa gimana? Kalau versi sahabat saya tersebut sih, untungnya dia datangnya nggak mepet-mepet jadi dia dapat alternatif untuk melakukan cek kesehatan dan minta surat keterangan dari petugas kesehatan bandara setempat.

Nah, cuman untuk yang satu ini saya jadi ingat dulu pernah dapat cerita dari teman  yang hamil juga, dia jadi ketinggalan penerbangan karena harus melakukan cek kesehatan ulang di Bandara setempat. Kurang jelas juga waktu itu alasan detailnya bagaimana yang jelas versi dia, sebenarnya dia sudah bawa surat ijin terbang dari dokter kandungan.

Ini kalau mau suudzon, "Wah jangan-jangan karena petugasnya lagi pengin cari-cari alasan saja ini ..." Haha kompor banget ya. Oke tapi kalau saya pribadi mencoba untuk melihat dari sudut pandang lain, mungkin kita nggak tahu alasan detailnya, hanya ternyata saya baru tahu kalau surat ijin terbang itu ada masa kadaluarsanya.

Berapa lama surat ijin terbang yang dikeluarkan oleh dokter kandungan bisa digunakan?
Saya dapat infonya dari petugas salah satu maskapai penerbangan yang saya tumpangi ketika akan melakukan perjalanan ke Jakarta, ternyata maksimal seminggu ya masa berlakunya dari tanggal surat tersebut dikeluarkan.

Jadi mungkin ada benarnya kalau dari pengalaman beberapa sahabat saya tadi, sebaiknya memang jangan mepet-mepet check in nya biar kalau ada info yang mungkin miss kita dapat terkait surat ijin terbang tadi kita masih bisa mencari solusi tanpa perlu was-was ini itu.

So far, biasanya waktu check in kita akan ditanya sedang hamil atau tidak. Nah setelah itu biasanya kita disuruh lapor ke petugas lagi untuk mengisi form pernyataan terkait kehamilan kita tersebut.

Nantinya surat keterangan terbang tersebut diminta untuk diberikan ke petugas di atas pesawat, dan akan dikembalikan ketika kita akan landing oleh pramugari yang bertugas.

Oh iya, bagaimana untuk syarat maksimal usia kandungan ibu hamil boleh terbang ???
Ternyata untuk ibu hamil kembar dan ibu hamil tunggal memiliki aturan yang berbeda.

Kalau versi dokter kandungan kami, infonya jika untuk ibu hamil tunggal, maksimal usia kandungan boleh terbang itu sekitar 37 minggu, sedangkan untuk ibu hamil kembar maksimal boleh melakukan penerbangan jika usia kandungannya maksimal 32 minggu. Itupun konon dokter mengatakan kalau sudah usia kandungan maksimal gitu, nggak hanya surat ijin terbang selembar saja yang diberikan, tapi bisa-bisa dokter harus melampirkan beberapa lampiran berkas keterangan terkait kehamilan si ibu hamil.

Tapi untuk amannya, mungkin ada kebijakan yang berbeda ya di tiap maskapai penerbangan. Jadi sebaiknya memang mencari info sedetail mungkin terkait maskapai yang akan kita tumpangi sebelum melakukan perjalanan saat sedang hamil.

Info tambahan dari salah satu sahabat yang juga pernah melakukan perjalanan udara ketika sedang hamil, berapapun usia kehamilan kita, surat keterangan ijin terbang yang mengeluarkan harus dokter kandungan.

No comments:

Post a Comment