Monday, December 31, 2018

Bagaimana Caranya Biar Hamil Kembar???

"Ini hamilnya diprogram kah? Kok bisa kembar?" Atau "Ini hamil (kembarnya) pakai program ke dokter apa alami?" Atau "Kok bisa kembar sih, gimana caranya?" Begitu kira-kira beberapa pertanyaan yang sering kami dapat dari orang-orang sekitar. Kalau dibilang nggak "diprogram", justru kehamilan ke 3 ini sebenarnya memang kami "program". Tapi kalau dibilang apa kehamilan ke-3 ini ikut "program dokter", jawabannya nggak juga, karena semuanya alami. Nah lho bingung kan, program tapi alami. Gimana tuh??? 😂😅


Oke, jadi begini karena saya sendiri bingung harus dari mana dulu jawabnya, so saya pengin coba berbagi sharing saja ya apa-apa saja yang memang sedang kami jalani sebelum kehamilan ke-3 ini. Meski mungkin nggak ada tips khusus, karena ya memang nggak ada tips khusus tapi siapa tahu teman-teman bisa nemu jawabannya sendiri. Hehe ...

♡ Episode Tandem Nursing Sampai Dedel Duwel 😅
Beberapa orang dekat kami, pasti tahu kalau untuk mendapat kehamilan pertama, kami juga perlu nunggu agak lama. Kalau ditanya lamanya berapa tahun? Mungkin nggak seberapa lama juga dibanding penantian teman-teman yang lebih senior dari kami, karena kami menanti kehadiran buah hati kami yang pertama itu hampir 5 tahun.

Jujur saat menanti kehamilan pertama itu, saya sempat punya keinginan biar bisa hamil kembar. Tapi namanya nunggu lama, mau dikasih berapapun, kami sudah benar-benar bahagia. Jadi pas tahu hamil pertama mau tunggal atau kembar buat kami itu sudah rejeki yang luar biasa dari Allah SWT.

Mengingat nunggu dan dapatnya cukup lama, jadi setelah hamil, dan melahirkan anak pertama, suami dan saya sepakat untuk tidak KB sama sekali. Waktu itu prinsip kami masak iya habis nunggu lama kami bakal nolak kalau dikasih rejeki hamil lagi. Toh yang pertama nggak pakai KB saja nunggunya lama.

Namun, siapa sangka jika anak pertama nunggunya saja lama, ternyata Allah kasih kami bonus hamil lagi ketika si kakak baru berusia 10 bulan. Wahhh ... Kami tentu senang ketika mendapat kehamilan ke-2 tersebut, yang ada di benak kami saat itu karena hamilnya deketan, nanti usia mereka ketika lahir pasti deketan juga, jadi kan pasti seru berasa punya anak kembar kan.

Terus, berhubung jarak kehamilannya dekat, sedangkan suami dan saya sepakat ingin tetap memberikan ASI untuk anak pertama kali sampai usia 2 tahun, maka saya dibantu support dari suami nekad menjalani nwp (nursing while pregnant) alias menyusui ketika hamil, dan dilanjut tandem asi setelah anak ke-2 lahir.

Ternyata, pengalaman tandem ASI ini sungguh luar biasa menguras tenaga jiwa dan raga. Kalau dipikir-pikir untuk waktu itu saya bisa tetap "waras" melewati episode-episode tersebut. Haha ...

Ya gimana, karena ketika episode tandem ASI itu, saya tetap mengulang melewati fase payudara dedel duel perih berdarah-darah seperti ketika saya masih awal belajar menyusui anak pertama dulu.

Nah ketika menyusui anak pertama saja (sebelum anak ke-2 lahir) ada episode payudara dedel duel berdarah-darah semua masih nggak terasa seberat ketika harus menyusui 2 anak sekaligus, karena bisa dibayangkan, ketika harus menyusui tandem maka nggak ada cukup waktu untuk mengistirahatkan payudara yang perih dedel duel tadi. Iya karena mereka beberapa kali estafet minta nyusu.

Saat itu tiba-tiba terbersit pikiran, memang betapa beratnya ya nyusuin dua anak sekaligus, padahal waktu itu satunya alias si kakak sudah balita, istilahnya sudah nggak perlu belajar nyusu lagi, nah gimana kalau dua-duanya masih newborn dan masih harus belajar nyusu kan. Jadi secara nggak langsung saat itu saya cuman bisa mbatin, oh iya mungkin Allah saat itu nggak kasih saya hamil anak kembar karena Allah tahu saya bisa nge-blues jungkir balik kalau harus nyusuin dua bayi newborn sekaligus.

Meski berat, saya pun kemudian berusaha menyelesaikan sambil menikmati misi ASI 2 tahun saya untuk si kakak adik dengan bantuan support penuh dari suami. Beberapa kali sempat hampir nyerah, tapi suami selalu memberi semangat. Iya karena dia tahu, jika saya menyerah di tengah jalan, pasti suatu saat saya akan menyesal dan tentu penyesalan tidak berhasil memberi ASI selama 2 tahun itu tidak akan pernah bisa diulang kembali.

Alhamdulillah, dengan perjuangan penuh kami pun berhasil memberikan ASI 2 tahun baik untuk anak pertama kami maupun anak ke 2 kami.

Mengingat perjuangan ASI tandem yang begitu dahsyat, suami dan saya pun waktu itu sepakat untuk menjedah jarak kehamilan ke-3. Target kami waktu itu pokoknya sebisa mungkin saya hamilnya nunggu anak ke-2 lulus ASI dulu.

♡ Episode Diet Dulu!!!
Nah, ternyata setelah anak ke-2 lulus ASI kok ya badan saya nggak kembali langsing tapi malah melebar kemana-mana. Saya ingat waktu itu tau-tau saja BB saya perlahan tapi pasti sudah nongkrong di angka 108 kg. Wahhh nggak bisa gini nih, yang terbersit di pikiran saya waktu itu kalau saya mau hamil lagi, mau nggak mau saya harus diet dulu, karena pikir saya kalau BB saya terlalu over, kuatirnya malah nanti kalau hamil lagi bakal banyak keluhan sampingan. Oke fix jadi akhirnya saya sepakat ama suami mau diet langsing dulu. Hihi ...

Nah tapi namanya diet itu, kalau sudah over kan pasti susah yak. Jadi akhirnya waktu itu saya nyoba jalanin pola life style ketofastosis.

Kurang lebih setahun sepertinya saya menjalani pola life style tersebut. Tentu banyak yang pro dan kontra. Tapi so far suami support penuh pilihan saya, apalagi setelah melihat perkembangan Bb saya yang awalnya start di angka 108 kg bisa turun di angka 80 kg.

Nah, tapi sayangnya pas sudah di angka 80 kg itu pola life style ketofastosis saya sering on off karena kebetulan kami harus sering riwa-riwi ke Jawa.

Oke fix saat itu ketofastosis life style saya memang agak kacau. Jangan tanya gimana nasib BB saya saat itu, yang jelas ya stagnan di angka 80 saja. Hehe ...

♡ "Memprogram" Kehamilan Berikutnya
Mungkin saking jenuhnya "diet" kali yak, jadi ya sudahlah saat itu suami dan saya mulai memikirkan program nambah anak ke-3. Apalagi saat itu anak pertama dan ke-2 kami sudah antusias pengin punya adik lagi. Haha ...

Melihat kesiapan anak-anak kami untuk punya adik, plus berat badan saya yang sudah di angka 80 kg, juga perhitungan karir suami ke depannya jadi kami sepakat untuk nggak nunda lagi.

Nah ini tadi mungkin ya yang saya sebut, kalau kehamilan ke-3 ini termasuk kami program, karena ya memang kami usaha "memprogram" jarak kehamilannya.

Terus selama memprogram jarak kehamilan tsb, sebenarnya suami dan saya sering iseng ngobrol tentang berapa jumlah anak yang kami harapkan. Lalu pernah suatu ketika suami nyeplos bercanda, "Kita kalau mau punya anak 4, berarti terpaksa anak ke-4 nya nanti jadi anak swasta." Ini alasannya sepele sih karena memang kebijakan perusahaan tempat suami kerja fasilitas kesehatan termasuk imunisasi dsb cuma dicover sampai anak ke-3 saja.

Lalu setelah nyeletuk gitu, suami asal ngomong saja, "Eh tapi ada sih caranya kalau mau anak 4 tapi yang satu nggak jadi anak swasta. Ya kalau hamil ke 3 nanti kembar, jadi anak ke 3 dan ke 4 nya sama-sama tetap ikut dapat fasilitas kesehatan dari perusahaan."

Waktu ngobrol gitu, saya pun hanya spontan ngakak, "Hihi asyik kali ya kalau punya anak kembar. Ah tapi lihat entar lah enaknya anak berapa. Insya Allah tiap anak kan pasti ada rejekinya. Yang penting entar emak bapaknya saja yang harus rajin menabung. Hehe maklum mengingat biaya imunisasi sekarang kan lumayan budget yang harus dipersiapkan."

♡ Minta Tips Hamil Kembar
Oh iya, selain itu saya juga sempat iseng nanya ke Mbak Syarifani blogger dari blog keluarga mulyana tentang tips-tips untuk bisa hamil kembar. Waktu itu Mbak Fani kebetulan baru melahirkan bayi kembarnya juga. Jadi kan penasaran tuh ... Ya kali iseng-iseng berhadiah bisa dapat tips hamil kembar.

Tapi waktu itu mbak fani meminta saya sabar menunggu karena dia sedang menyiapkan tulisan tentang rahasia dia bisa hamil kembar.

Sayangnya waktu itu saya sudah keburu nggak sabar. Haha ... Entah gimana sebenarnya saya sudah feeling kalau pas lagi iseng nanya itu sebenarnya saya sudah hamil 😅

Gimana sih, sudah hamil masih minta tips hamil kembar. Ya nggak apa-apa kan bisa buat tambahan info-info saja, sambil mbatin ya kalik tau-tau bisa hamil kembar. Tapi waktu mbatin gitu saya cuman senyum kecut sambil negur diri saya, mimpi dan berharap dikit boleh kan, ya meski di sela-sela itu saya pun sadar kalau bener hamil kembar pasti nanti akan ada episode tandem nursing dedel duwel lagi. Haha ...

Nah setelah itu, ya saya pun nggak sampai berharap terlalu banyak sih soal mimpi bisa hamil kembar, karena saya sudah feeling lagi hamil, jadi fokus saya mau test pack dulu. Seperti hamil sebelum-sebelumnya saya tuh kalau test pack suka langsung nyelupin 2 alat test pack sekaligus. Waktu itu sampai ada teman nyeletuk, "Emang kenapa sih harus nyelup dua? Satu saja nggak cukup ya???"

Seingat saya, waktu itu saya jawabnya asal njeplak, "Ya kalik nanti bisa dapat dua langsung." Haha ... Padahal aslinya sih memang sengaja nyelup 2 alat test pack itu untuk memastikan hasilnya, ya kali salah satunya alat test packnya agak error 😅

Alhamdulillah, saat saya celupkan dua-duanya, nggak perlu waktu lama, hasilnya menunjukkan positif.

♡ Nggak Sengaja Ketemu Dokter Yang Pernah Menangani Kehamilan Kembar
Setelah mendapat hasil positif saya pun berencana untuk kontrol ke dokter kandungan, tapi karena suami lagi sibuk-sibuknya jadi acara ke dokter kandungan tertunda hampir seminggu.

Oh iya karena saat hamil ke-3 ini kami pindah ke tempat (kota) baru, jadi untuk dokter kandungan mau nggak mau kami harus nyari dokter kandungan baru. Huhu sebenarnya agak galau, soalnya aslinya sudah sreg sama dokter yang nanganin kehamilan pertama dan ke dua dulu yang pro normal dan pro imd. Cuma ya gimana kegalauan harus berlalu. Hahay ...

Jadi akhirnya saya mulai iseng survey dan tanya-tanya tentang dokter kandungan di sini. Singkat cerita setelah mengumpulkan banyak sharing dan info dari teman-teman ujung-ujungnya ya saya milih dokternya sambil merem saja karena pertimbangannya cuma satu, yang bisa dikunjungi pas hari sabtu, biar suami bisa tetap antar kami setiap kontrol ke dokter. Haha ...

Sempat galau juga sih, karena info yang kami dapat tentang dokter tersebut cuma seuprit. Tapi saya pantang menyerah, dengan mencari info di internet. Sampai akhirnya saya nemu salah satu artikel yang mengulas tentang keberhasilan dokter tersebut membantu proses kelahiran kembar tiga di (kalau nggak salah) Samarinda.

Berbekal info itu ya sudah sih, saya lempeng kontrol untuk pertama kalinya ke dokter tersebut.

Dengan diantar rombongan sirkus, eh maksud saya diantar suami dan anak-anak saya pun memeriksakan kehamilan saya untuk pertama kalinya.

Ketika itu seperti biasa dokter langsung melakukan usg (perut). Saat melakukan USG perut, dokter tiba-tiba bertanya, "Ibu apa ibu ada keturunan kembar???"

Ditanya gitu saya sempat melongo, nggak paham arah pertanyaannya, jadi saya nanya balik, "Emang kenapa dok???"

Terus saya spontan jawab, "Ada sih dok, sepupu saya itu kembar."

Antara bingung, clueless tapi agak nderedeg ini aslinya nunggu penjelasan dokter, karena ngarep dapat penjelasan kalau saya hamil kembar tapi di sisi lain takut terlalu berharap, saya langsung pasang telinga menunggu penjelasan dari dokter.

Dokter kemudian menjelaskan, ternyata dari hasil USG terlihat ada dua kantong janin. Subhanallah ... Langsung merinding saya mendengar penjelasan dokter tersebut.

Tapi saat itu dokter juga memberi penjelasan tambahan, meski sudah terlihat dua kantong tapi nanti tetap harus dilihat lagi, apa di dalam kantong tersebut dua-duanya akan ditumbuhi janin, karena saat itu memang belum nampak jelas. Jika memang keduanya ada janinnya maka otomatis saya hamil kembar.

Mendapat penjelasan seperti itu, jujur sepulang dari kontrol ke dokter hampir setiap hari saya berdoa agar kedua kantong janin saya sama-sama berkembang dan ditumbuhin janin. Saya pun mencoba ikhtiar berdoa saat hujan turun, agar Allah menjadikan kehamilan kembar saya terealisasi. Saya berdoa semoga kedua kantong janin saya tumbuh dan berkembang dengan baik, dan ditumbuhi oleh janin-janin yang sehat.

Saya pun juga sempat membaca doa yang dulu sempat diberi oleh beberapa teman yang konon katanya doa itu untuk meminta anak kembar.

Selain itu saya juga sempat meminta doa dari sanak keluarga juga beberapa sahabat terdekat yang kami kabari bahwa saya sedang hamil "kemungkinan" kembar.

Qadarullah, Alhamdulillah saat kontrol berikutnya dokter mengabarkan bahwa saya dipastikan hamil kembar karena ada janin tumbuh di masing-masing kantong janin tersebut.

Oh iya saat antri ke dokter tersebut, saya baru tahu kalau ada pasien lain yang juga hamil kembar lagi antri kontrol juga, jadi saya tiba-tiba asal nyeletuk saja ke dokternya, "Dok jangan-jangan dokter ini dokter kandungan spesialis kembar ya ..."

Dapat celetukan gitu, dokternya cuma ketawa saja ...

Errrrrr terus saya sama suami sepanjang pulang dari kontrol sampai menebak-nebak, "Iya nih bener nih jangan-jangan dokternya tadi spesialis kembar." Hahaha ... Habis kok ya rasanya kebetulannya yang kebetulan banget 🙈😂😍

Nah, jadi kalau ditanya apa tips-tipsnya biar bisa hamil kembar? Saya pun sejujurnya nggak tahu, hamil kembar atau nggak kembar semua itu atas izin dari Allah SWT.

Oh iya, tapi kalau mau ikhtiar hamil kembar, kalau cari-cari di internet, konon katanya ada beberapa kondisi yang memperbesar peluang kita untuk bisa hamil kembar, di antaranya :

● Faktor keturunan.
Sudah jadi rahasia umum, jika dalam keluarga kita ada yang memiliki keturunan kembar, maka kita pun berpeluang bisa hamil kembar. Meski demikian dulu ada juga pengalaman salah satu sahabat yang bisa hamil kembar secara alami meski dalam keluarganya tidak ada keturunan kembar.

● Usia ibu saat hamil.
Konon ibu yang hamil di atas usia 30 tahunan lebih berpeluang bisa hamil kembar karena berhubungan dengan hormon FSH yang semakin tinggi pada wanita berusia 30 tahunan.

● Penurunan berat badan yang sangat drastis.
Ibu saya sempat mengira saya hamil kembar karena diet ketofastosis yang pernah saya jalani. Saya pun sempat menebak demikian, tapi sejauh saya pernah gabung di grup ibu hamil yang sedang menjalani pola life style ketofastosis, ternyata saya tidak menemukan hubungan tersebut. Tapi so far saya pernah baca-baca di internet juga, katanya penurunan BB yang sangat drastis ternyata memperbesar peluang kehamilan kembar.

Eh tapi saya pernah baca konon katanya sering mengkonsumsi produk olahan susu seperti keju dan yoghurt konon katanya juga memperbesar peluang hamil hingga 5x lipat. Nah lho??? Berarti apa mungkin iya ini ada hubungannya sama pola life style yang saya jalani tadi, karena kebetulan selama menjalani pola tersebut diakui atau tidak keju adalah cemilan andalan saya di saat saya kelaparan mendadak. Begitupun yoghurt, yang juga sering jadi andalan camilan saya, di kala saya rindu berat sama es krim ... Hehe ...

● Pernah beberapa kali hamil sebelumnya.
Konon katanya peluang hamil kembar lebih besar pada ibu yang sudah pernah hamil 2x atau lebih

● Hamil saat menyusui.
Konon katanya peluang hamil kembar meningkat 9x lebih besar pada pembuahan yang terjadi ketika ibu masih sedang menyusui. Nah lho??? Benar apa nggak nih? Nggak tahu juga, tapi kalau di saya so far dulu malah pas jaman masih menyusui anak pertama, saya hamil anak ke-2 juga ternyata nggak kembar. Hehe ...

Oh iya tapi yang perlu dijadikan catatan hamil saat menyusui ini masih banyak terjadi kontra lho, karena menyusui saat hamil dianggap berbahaya untuk kondisi kehamilan.

● Makan bagian tengah nanas
Nah ini entah benar entah nggak ya, konon katanya bagian tengah nanas ini mengandung enzim bromelain tinggi, dan dianggap bisa meningkatkan implantasi pada ovulasi. So far sejak pindah di Balikpapan suami dan saya memang tergila-gila dengan nanas yang di jual di sini, karena selain ukurannya yang jumbo dan gede, menurut kami rasanya juga huwenakkkkkk ... Nanas ini juga sebenarnya yang sering jadi tantangan terberat saya untuk menjalani pola life style ketofastosis dulu. Hehe ...

Disclaimer : Kondisi-kondisi yang dianggap memperbesar peluang kehamilan kembar yang saya tulis di atas, saya dapat dari berbagai sumber, yang kebetulan saya baca sekilas-sekilas, jadi biar nggak salah untuk kevalidannya mungkin teman-teman bisa kroscek dengan mencari lebih detail sendiri  informasinya ya, baik dari artikel yang ada di internet atau berkonsultasi dengan tenaga medis yang lebih ahli dan berpengalaman.

Oh iya mumpung ingat, saya dulu juga pernah dapat share tentang amalan doa agar dikaruniai anak kembar dari obrolan di grup the sunduler indonesia. Cuma sayangnya ini file nya saya cari-cari di galeri kok ya nggak nemu. Jadi buat teman-teman yang nanya langsung googling saja ya di internet. Hehe ... 🙈😅✌️


1 comment:

  1. Saya kalo ditanya gimana caranya bisa hamil kenbar,selalu saya jawab "download tutorial di google". Ya habis gimana, gak punya keturunan kembar, menikah baru sebulan langsung hamil, makanan ya gak doyannya cuma tempe. Heuheu... Selamat untuk kelahiran anak kembarnya ya mbak Vety. Semoga tumbuh jadi anak sehat dan cerdas.

    ReplyDelete